Ingin Anak Tumbuh Saleh dan Berakhlak Mulia? Penyuluhan KUA Kalibening Ajak Orang Tua Dekat dengan Selawat

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ngudi Rahayu, memberikan penyuluhan dalam kegiatan Mujahadah Wali Santri Qiroati TPQ Baitul Aswa Desa Asinan pada Jumat (5/6). Kegiatan yang dihadiri oleh para wali santri tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum untuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi pendidikan agama anak.

Pada kesempatan tersebut, Ngudi Rahayu menyampaikan materi bertema “Amalan Selawat untuk Kesalehan Anak.” Dalam pemaparannya, ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan kebutuhan duniawi anak, tetapi juga memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, selawat merupakan amalan yang ringan dilakukan, namun memiliki keutamaan yang besar. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, selawat juga dapat menjadi sarana memohon keberkahan dan kebaikan bagi keluarga, termasuk bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Orang tua tentu menginginkan anak yang saleh, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi sesama. Selain memberikan pendidikan yang baik, jangan lupakan kekuatan doa dan selawat. Banyak ulama mengajarkan bahwa selawat yang dibaca dengan ikhlas dapat menjadi wasilah untuk memohon kebaikan bagi anak dan keluarga,” ujar Ngudi Rahayu.

Ia juga mengingatkan bahwa kesalehan anak tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan kesabaran, keteladanan, pengawasan, serta doa yang terus-menerus dipanjatkan oleh orang tua. Selawat menjadi salah satu amalan yang dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun bersama keluarga.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Dalam suasana mujahadah, para wali santri bersama-sama memanjatkan doa agar anak-anak mereka diberikan kemudahan dalam belajar Al-Qur’an, tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu membanggakan orang tua dan agama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali santri semakin memahami bahwa kesuksesan pendidikan anak memerlukan sinergi antara usaha lahiriah dan batiniah, termasuk dengan memperbanyak selawat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka. 

(wha/azd)