Inovasi Bengkel Hati KUA Mandiraja: Gandeng Anak Punk dalam Dakwah Digital “Cerita Hijrah”

Banjarnegara (Humas) — Inovasi dakwah terus dikembangkan oleh Pengelola Bengkel Hati KUA Mandiraja. Kali ini, mereka berkolaborasi dengan komunitas anak punk untuk memproduksi konten dakwah kreatif bertema “Cerita Hijrah Anak Punk” yang akan dipublikasikan melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube Bengkel Hati Inklusif. (16/4/2026)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyampaikan pesan keagamaan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, khususnya mereka yang berada di komunitas marjinal. Proses pembuatan konten dilakukan dengan suasana santai, penuh kekeluargaan, dan melibatkan langsung anak-anak punk sebagai subjek utama cerita.

Pengelola Bengkel Hati menyampaikan bahwa konten ini bertujuan untuk menghadirkan kisah nyata perjalanan hijrah yang inspiratif, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap anak punk di masyarakat.

“Melalui cerita mereka sendiri, kami ingin menunjukkan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Dakwah harus hadir dengan empati, bukan stigma,” ungkap salah satu pengelola.

Hilman Suhud Fatoni, salah satu anak punk yang terlibat dalam konten tersebut, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dan berbagi kisah hidupnya.

“Saya merasa punya ruang untuk cerita. Dulu mungkin hidup saya nggak terarah, tapi sekarang pelan-pelan belajar berubah. Semoga cerita ini bisa jadi pelajaran buat teman-teman lain,” ujarnya. 

Sementara itu, Imam Hambali selaku pembina anak punk Mandiraja menilai kegiatan ini sebagai bentuk pendekatan dakwah yang relevan dan menyentuh.

“Ini cara yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya didampingi, tapi juga diberi panggung untuk menyampaikan pengalaman hidup mereka. Ini sangat membangun kepercayaan diri dan kesadaran mereka,” tuturnya.

Dari sisi produksi, Wiko Ardiatnya selaku tim kreatif dan media Bengkel Hati menjelaskan bahwa konten ini dikemas secara sederhana namun kuat secara pesan.

“Kami ingin membuat konten yang autentik, jujur, dan menyentuh. Tidak dibuat-buat, karena kekuatan utamanya ada pada cerita asli dari mereka. Harapannya bisa diterima luas di platform digital,” jelasnya.

Dengan hadirnya konten “Cerita Hijrah Anak Punk” ini, Bengkel Hati KUA Mandiraja berharap dakwah dapat menjangkau lebih banyak kalangan melalui media digital, sekaligus menjadi inspirasi bahwa perubahan menuju kebaikan selalu terbuka bagi siapa saja.

Skip to content