Banjarnegara – Suasana pembelajaran IPAS kelas 5 MIFABARA tampak berbeda dan lebih hidup. Melalui metode inovatif bertajuk IPAS MENYALA (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menyimpulkan, Melaporkan), siswa diajak belajar secara aktif, runtut, dan penuh makna.(23/4)
Pada pelaksanaan perdananya, siswa tidak lagi hanya duduk mendengarkan penjelasan guru. Mereka diajak mengamati fenomena yang disajikan, baik melalui gambar atau video, media konkret, maupun lingkungan sekitar madrasah atau diluar madrasah. Setelah itu, siswa diminta menanya, menyusun pertanyaan kritis berdasarkan hasil pengamatan mereka.
Tahap berikutnya adalah mencoba, di mana siswa melakukan percobaan sederhana atau diskusi kelompok untuk menemukan jawaban atas rasa ingin tahunya. Hasil kegiatan kemudian dirumuskan dalam tahap menyimpulkan, sebelum akhirnya siswa melaporkan hasil temuan mereka melalui presentasi atau laporan tertulis.
Guru kelas 5 menyampaikan bahwa metode ini membuat siswa lebih percaya diri dan antusias.
“Anak-anak lebih aktif bertanya dan berani menyampaikan pendapat. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi benar-benar mengalami proses menemukan ilmu,” ujarnya.
Kepala Madrasah turut mengapresiasi implementasi metode tersebut.
“IPAS MENYALA bukan sekadar strategi mengajar, tetapi upaya menumbuhkan daya pikir ilmiah sejak dini. Kami ingin siswa terbiasa mengamati dengan teliti, berpikir kritis, dan berani menyampaikan gagasan,” tutur beliau.
Tak hanya meningkatkan pemahaman konsep, metode ini juga melatih kerja sama dan tanggung jawab siswa. Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pembelajaran. “Belajarnya jadi seru, kami bisa mencoba langsung dan berdiskusi dengan teman,” katanya penuh semangat.
Dengan hadirnya IPAS MENYALA, MIFABARA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang santai namun terarah, aktif namun bermakna. Karena sejatinya, ilmu bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dipahami, dialami, dan diterangi dalam kehidupan sehari-hari. (nas)







