Banjarnegara (Humas) — Nuansa kebahagiaan Idulfitri masih terasa hangat di tengah masyarakat, namun semangat ibadah tidak boleh berhenti begitu saja. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah, dalam kegiatan Majlis Taklim Al Hidayah Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, pada Selasa (31/3/2026) dengan tema Amalan Bulan Syawal.
Dalam tausiyahnya, Dewi Kholifah mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Syawal sebagai momentum memperkuat istiqomah setelah menjalani pendidikan spiritual selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Ramadan sejatinya terlihat dari bagaimana seseorang menjaga kualitas ibadah di bulan-bulan berikutnya.
Adapun beberapa amalan utama di bulan Syawal yang disampaikan antara lain puasa sunnah enam hari yang dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal, baik secara berurutan maupun terpisah, dengan catatan dianjurkan untuk mendahulukan qadha puasa Ramadan. Selain itu, menjaga silaturahmi melalui tradisi halalbihalal menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.
Lebih lanjut, Dewi juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah sebagai wujud keikhlasan dalam meningkatkan ketakwaan, serta menjaga istiqomah ibadah seperti shalat sunnah, tadarus Al-Qur’an, dan dzikir yang telah dibiasakan selama Ramadan. Tidak kalah penting, ia menyebutkan bahwa bulan Syawal juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk melangsungkan pernikahan, sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.
“Semoga dengan amalan di bulan Syawal akan menambah keistiqomahan kita dalam beribadah di bulan-bulan setelahnya yang telah diawali pada bulan Ramadan, dan semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi,” ungkap Dewi Kholifah dengan penuh harap.
Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh para jamaah ini menjadi pengingat bahwa ibadah bukanlah musiman, melainkan perjalanan panjang menuju kedekatan dengan Allah Swt. Suasana khidmat dan penuh semangat tampak mengiringi jalannya pengajian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KUA Wanadadi dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, khususnya melalui majelis taklim sebagai wadah peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesinambungan ibadah serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, disampaikan harapan agar seluruh jamaah mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta terus menjaga semangat ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan semangat Kementerian Agama, KUA Wanadadi terus berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan kepada masyarakat. Dengan harapan terwujudnya umat yang religius, rukun, dan berakhlakul karimah, serta terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi pondasi kuat bagi kehidupan bermasyarakat.
(NN, azd)







