Banjarnegara (Humas) – Hidup di dunia hanyalah sementara. Semua harta, pekerjaan, dan aktivitas yang kita lakukan akan sia-sia jika tidak diniatkan untuk kebahagiaan akhirat.
Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Fuad Latif, dalam kegiatan penyuluhan di PKH Kelompok 1 Desa Luwung yang didampingi Mei pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap sebulan sekali kali inin, di rumah Narimah Desa Luwung dihadiri 22 anggota ibu-ibu penerima manfaat.
Mengangkat tema “Orang yang Memanfaatkan Dunia Untuk Kebahagiaan Akhirat”, Fuad Latif mengajak peserta untuk mengubah mindset dalam menyikapi kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah bersabda, Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. Artinya kita boleh mencari rezeki, boleh berusaha, tapi jangan sampai melupakan tujuan utama kita yaitu rida Allah,” jelas Fuad.
Ia menyampaikan 3 cara memanfaatkan dunia untuk akhirat. Pertama, niatkan ibadah dalam setiap pekerjaan. “Mencuci, memasak, mencari nafkah, mendidik anak, jika diniatkan karena Allah maka semua jadi pahala. Bantuan PKH yang diterima juga diniatkan untuk menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak.” Ungkapnya.
Kedua, gunakan harta untuk hal yang bermanfaat. “Jangan hanya ditabung atau dibelanjakan untuk hal mewah. Sisihkan untuk sedekah, untuk anak yatim, untuk masjid. Harta yang kita infakkan itulah yang akan menemani kita di akhirat.” Tegasnya.
Ketiga, jaga hubungan baik dengan sesama. “Silaturahmi, tolong menolong, tidak dengki dan tidak ghibah. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Terangnya.
Fuad Latif juga mengingatkan agar tidak terlena dengan dunia. “Dunia ini ladang. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen di akhirat. Mari tanam kebaikan sekecil apapun.” Tambahnya.
Pendamping PKH, Mei, mengapresiasi materi tersebut. “Kami berharap ibu-ibu tidak hanya fokus pada bantuan, tapi juga pada bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan begitu keluarga akan lebih berkah.” Ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan doa bersama. Diharapkan 22 anggota PKH Kelompok 1 Desa Luwung dapat memanfaatkan setiap kesempatan di dunia untuk mengumpulkan bekal menuju kebahagiaan akhirat.
(h/azd)







