Jamaah Enggan Beranjak Pulang, Terpikat Materi Strategi Jitu Hadapi Bulan Ramadhan

Banjarnegara (Humas) – Suasana pengajian rutin Selasa siang di Majelis Taklim (MT) Mambaul Ulum, Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Selasa (27/1/2026), berlangsung khidmat sekaligus penuh antusias. Jamaah tampak enggan beranjak pulang meskipun waktu pengajian telah usai. Hal ini lantaran mereka terpikat oleh materi yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rakit, Fuad Latif, yang mengangkat tema “Strategi Jitu Menghadapi Bulan Ramadhan”.

Pengajian yang dimulai selepas salat Zuhur tersebut diikuti oleh puluhan jamaah  ibu-ibu. Sejak awal, Fuad Latif mampu menciptakan suasana pengajian yang komunikatif dan membumi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, diselingi contoh-contoh keseharian yang dekat dengan kehidupan jamaah, sehingga mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya.

Dalam pemaparannya, Fuad Latif menekankan pentingnya persiapan menyambut bulan Ramadhan tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Menurutnya, Ramadhan adalah bulan istimewa yang membutuhkan strategi agar ibadah yang dijalankan benar-benar berkualitas, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Ramadhan itu bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyiapkan hati, memperbaiki niat, dan mengatur strategi agar setiap amalan bernilai ibadah dan membawa perubahan positif setelah Ramadhan usai,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Ia juga menjelaskan beberapa strategi jitu dalam menghadapi Ramadhan, di antaranya membiasakan diri dengan ibadah sunnah sejak jauh hari, menjaga lisan dan perilaku, serta mengatur waktu antara ibadah, pekerjaan, dan keluarga. Fuad Latif menegaskan bahwa kunci sukses Ramadhan terletak pada konsistensi dan kesungguhan, bukan pada banyaknya amalan semata.

Menariknya, sesi pengajian tidak berhenti pada ceramah satu arah. Jamaah tampak aktif menyimak, bahkan beberapa kali mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar ibadah Ramadhan. Diskusi yang terbangun membuat suasana semakin hidup, hingga waktu pengajian terasa berlalu begitu cepat.

Salah satu jamaah mengaku merasa mendapatkan pencerahan baru dari materi yang disampaikan. “Biasanya pengajian sudah selesai, kami langsung pulang. Tapi kali ini rasanya sayang kalau cepat-cepat pulang, karena materinya sangat menyentuh dan aplikatif,” ujarnya.

Pengurus MT Mambaul Ulum  Saudah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rakit yang dinilai mampu memberikan motivasi dan semangat baru kepada jamaah dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.

Dengan adanya pengajian bertema persiapan Ramadhan ini, diharapkan jamaah MT Mambaul Ulum Desa Tanjunganom dapat menyambut bulan suci dengan kesiapan yang lebih matang, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi momentum peningkatan iman dan ketakwaan. 

(FLF/azd)

Skip to content