Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani, mengajak jemaah Majelis Taklim Aisyiyah Sidakangen untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan agama yang berlangsung pada Ahad (13/9), dengan mengangkat materi tentang keteladanan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan para jemaah, Yulfiani menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang patut dijadikan teladan, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam cara berinteraksi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat. Akhlak beliau menjadi cerminan bagaimana ajaran Islam diterapkan dalam kehidupan nyata.
Menurut Yulfiani, keteladanan Rasulullah akan lebih bermakna apabila tidak berhenti pada cerita yang didengar dalam pengajian. Nilai-nilai tersebut perlu dihidupkan melalui sikap sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, seperti berkata jujur, menjaga amanah, bersikap lembut, menghormati orang lain, serta membiasakan diri memberikan manfaat kepada sesama.
“Meneladani Rasulullah tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana, seperti menjaga ucapan, menghormati orang lain, bersikap jujur, dan membiasakan diri berbuat baik kepada siapa pun,” ungkap Yulfiani.
Penyuluhan berlangsung dengan suasana yang komunikatif. Jemaah diajak melihat kembali bagaimana akhlak Rasulullah dapat menjadi pedoman ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan. Keteladanan tersebut juga menjadi pengingat agar setiap Muslim tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi berusaha menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Yulfiani berharap jemaah Majelis Taklim Aisyiyah Sidakangen semakin terdorong untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai bagian dari kebiasaan hidup. Dengan begitu, nilai-nilai Islam tidak hanya terdengar dalam majelis, tetapi juga terlihat dalam hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
(WHA/azd)







