Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Ari Nurhidayah, mengajak jemaah Majelis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Desa Karanganyar untuk memahami cara menjaga hati agar tetap tenang. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan agama yang berlangsung pada Ahad (13/9), dengan membahas pentingnya ketenangan hati dalam menjalani berbagai keadaan kehidupan.
Dalam penyuluhan tersebut, Ari mengajak jemaah menyadari bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Berbagai persoalan, tuntutan, dan kekhawatiran terkadang membuat hati mudah gelisah. Karena itu, ketenangan perlu diupayakan dengan mendekatkan diri kepada Allah serta membangun sikap yang baik dalam menghadapi setiap keadaan.
Menurut Ari, ketenangan hati bukan berarti seseorang terbebas dari masalah. Justru, hati yang tenang membantu seseorang menghadapi persoalan dengan lebih sabar, tidak mudah panik, dan mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
“Hidup pasti memiliki persoalan. Yang perlu kita jaga adalah bagaimana hati tetap memiliki tempat untuk kembali kepada Allah. Ketika hati dekat dengan-Nya, kita akan lebih mampu menghadapi ujian dengan sabar dan tidak mudah larut dalam kegelisahan,” ungkap Ari.
Jemaah juga diajak untuk tidak terlalu membebani diri dengan sesuatu yang berada di luar kendali. Setiap persoalan perlu dihadapi dengan ikhtiar, doa, dan sikap berserah diri kepada Allah. Kebiasaan menjaga pikiran, memperbanyak ibadah, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ketenangan.
Melalui penyuluhan ini, Ari berharap jemaah dapat membawa pesan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan hati diharapkan tidak hanya menjadi materi dalam majelis taklim, tetapi menjadi bekal dalam menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
(WHA/azd)







