Banjarnegara (Humas) – Mendidik anak bukan pekerjaan yang selesai dalam sehari. Ada proses panjang yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan tentu saja kesabaran. Hal tersebut menjadi pesan yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Ngudi Rahayu, saat melaksanakan penyuluhan di TPQ Baitul Aswa, Desa Asinan, Rabu (2/9).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali santri yang mendapat penguatan tentang pentingnya kesabaran dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dalam kesempatan itu, jemaah diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan proses perkembangan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama.
Ngudi Rahayu menyampaikan bahwa kesabaran menjadi salah satu bekal penting bagi orang tua dalam menjalankan peran mendidik. Menurutnya, menghadapi anak tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat, tetapi juga membutuhkan keteladanan dan kemampuan orang tua untuk memahami kondisi anak.
“Mendidik anak memang membutuhkan kesabaran. Ada kalanya anak sulit diarahkan atau belum mampu memahami apa yang disampaikan orang tua. Dalam kondisi seperti itu, orang tua perlu menahan emosi, tetap memberikan contoh yang baik, dan terus mendampingi dengan kasih sayang,” ungkapnya.
Bagi orang tua, kesabaran juga berarti memberikan ruang bagi anak untuk belajar dari kesalahan. Teguran tetap diperlukan, tetapi hendaknya disampaikan dengan cara yang mendidik agar anak memahami kesalahannya tanpa merasa kehilangan kasih sayang dari orang tuanya.
Melalui penyuluhan tersebut, para wali santri diharapkan semakin menyadari bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak nasihat yang diberikan. Sikap, kesabaran, perhatian, dan keteladanan orang tua justru menjadi bagian penting yang akan membentuk karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.
(wha/azd)







