Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Aisyiyah Desa Sidakangen, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperbaiki Hidup” sebagai ajakan kepada jemaah untuk terus melakukan evaluasi diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.
Dalam penyuluhan tersebut, Yulfiani mengajak jemaah untuk tidak merasa cukup dengan keadaan yang ada, tetapi memiliki kemauan untuk terus memperbaiki diri. Perubahan dalam kehidupan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, memperbaiki hidup membutuhkan kesadaran dari dalam diri. Seseorang perlu melihat kembali kebiasaan, sikap, serta cara menjalani kehidupan sehari-hari. Dari proses tersebut, seseorang dapat mengetahui bagian mana yang perlu dipertahankan dan bagian mana yang harus diperbaiki.
“Memperbaiki hidup bukan berarti harus menunggu semuanya sempurna. Kita bisa memulainya dari diri sendiri, dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus,” ungkap Yulfiani.
Ia juga mengajak jemaah menjadikan setiap pengalaman dalam kehidupan sebagai bahan pembelajaran. Keberhasilan dapat menjadi alasan untuk bersyukur, sedangkan kesalahan dan kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Bagi Yulfiani, proses memperbaiki hidup merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran. Tidak semua perubahan dapat dirasakan dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan kemauan untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan majelis taklim tersebut, jemaah diharapkan semakin termotivasi untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan. Penyuluhan juga menjadi ruang untuk menguatkan kesadaran bahwa kehidupan yang lebih baik dapat dimulai dari kemauan untuk memperbaiki diri, sedikit demi sedikit, dengan penuh kesungguhan.
(wha/azd)







