Jemput Rezeki Berkah dengan Adab: Penyuluh KUA Pagentan Bekali Jemaah Majelis Taklim Al Huda Gumingsir

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di Majelis Taklim Al Huda Desa Gumingsir, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan rutin pada Jumat (25/9/2026). Acara yang berlangsung hangat dan khidmat ini dimulai tepat pukul 13.00 WIB hingga selesai, dihadiri oleh puluhan jemaah ibu-ibu serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan kali ini, Alfiana membawa materi dengan tema yang menarik dan segar, yaitu “Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga dan Mengukuhkan Resiliensi Keluarga di Era Digital”. Tema ini diangkat sebagai respons atas berbagai tantangan pengasuhan anak serta dinamika hubungan suami-istri yang kian kompleks di tengah derasnya arus teknologi modern.

Dalam pembukaan materinya, Alfiana Nurhidayah menekankan pentingnya peran seorang ibu sebagai benteng utama dalam membina akhlak dan ketahanan keluarga.

“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Di era digital yang penuh serbuan informasi ini, tantangan terbesar kita bukan lagi sekadar memberi kecukupan materi, melainkan bagaimana kita mampu memberikan perhatian penuh, nilai-nilai moral, dan keteladanan agama agar benteng keluarga tidak rapuh tergerus zaman,” ujar Alfiana di hadapan para jemaah.

Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan komunikasi di dalam rumah tangga merupakan kunci utama untuk menciptakan suasana sakinah, mawaddah, wa rahmah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus disikapi secara bijak agar tidak mengikis rasa kebersamaan antaranggota keluarga.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pengurus dan anggota majelis taklim. Ketua Majelis Taklim Al Huda, Atmi Utami, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran serta materi relevan yang disampaikan oleh pihak KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Alfiana dari KUA Pagentan yang telah berkenan hadir membagikan ilmu yang sangat bermanfaat. Pembahasan mengenai ketahanan keluarga ini sungguh membuka mata kami para ibu-ibu di Desa Gumingsir untuk lebih bijak lagi dalam mendampingi anak-anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga,” ungkap Ibu Atmi Utami saat memberikan sambutannya.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab di akhir paparan. Para jemaah tampak antusias mengutarakan berbagai persoalan sehari-hari terkait pengasuhan anak dan keharmonisan keluarga, yang kemudian ditanggapi dengan solusi-solusi praktis berbasis ajaran Islam oleh sang penyuluh.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Pagentan berharap pembinaan keagamaan berbasis masyarakat seperti di Majelis Taklim Al Huda dapat terus berjalan secara konsisten. Selain sebagai sarana silaturahmi, majelis taklim diharapkan mampu menjadi wadah edukasi religius yang efektif dalam memperkuat moralitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pagentan.

(an/azd)