Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fuad Latif hadir kembali bersama Majelis Taklim Wanita Syarikat Islam (MT WSI) Desa Badamita yang diketuai Kholisoh untuk menguatkan iman para jamaah pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri 35 jama’ah ibu-ibu dilaksanakan setiap hari Jum’at bertempat di Aula. Kali ini Fuad mengangkat tema “Jangan Takut dan Jangan Bersedih, Sesungguhnya Allah Bersama Kita.”Tema ini sangat menentramkan hati para jamaah.
Dalam tausiyahnya, Fuad mengutip firman Allah QS At-Taubah ayat 40 saat Nabi Muhammad SAW menghibur Abu Bakar di Gua Tsur. “La tahzan innallaha ma’ana”. Kalimat itu bukan sekadar penghibur, tapi janji Allah. “Takut sama masa depan, sedih karena ekonomi, kecewa sama manusia itu wajar. Tapi jangan sampai lupa: Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengatur,” tegas Fuad.
Penyuluh mengajak jam’aah mempraktikkan 3 kunci agar tidak larut dalam takut dan sedih. Pertama, perbaiki shalat. Shalat yang khusyuk jadi charger hati. Kedua, perbanyak zikir dan doa. Lisan yang basah zikir lebih tenang menghadapi ujian. Ketiga, husnuzan kepada Allah. Yakin setiap ujian ada hikmah dan pengganti yang lebih baik.
Kholisoh selaku Ketua MT WSI mengaku materi ini sangat dibutuhkan ibu-ibu. “Banyak jamaah yang curhat soal anak, utang, sakit. Setelah ngaji ini jadi lebih legowo. Kalau Allah bersama kita, apa yang perlu ditakutkan?” ujarnya.
Suasana Aula makin hangat saat Fuad mengajak jamaah membaca zikir pagi bersama. Ibu-ibu serempak mengucap “Hasbunallah wa ni’mal wakil”, cukup Allah sebagai penolong.
Kegiatan ditutup doa bersama agar Allah SWT menguatkan hati, melapangkan rezeki, dan menjadikan MT WSI Badamita majelis yang diridhai. Jama’ah pulang dengan dada lebih lapang, membawa bekal iman bahwa setiap sedih ada Allah yang menemani.
(n/azd)
