Pancaran Iman di Windusari: Meneladani Totalitas Ketaatan Nabi Ibrahim AS Bersama Penyuluh Agama KUA Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Nuansa spiritualitas yang mendalam begitu terasa di lereng perbukitan Kecamatan Pagentan. Dalam momentum agung bulan Zulhijah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan kembali bergerak aktif melaksanakan fungsi kepenyuluhan. Kali ini, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan tatap muka yang bertempat di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Dusun Windusari, Desa Sokaraja, pada Jumat (12/06/2026).

Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Sebanyak 35 jamaah memadati majelis taklim dengan khidmat. Pertemuan kali ini mengangkat sebuah tema yang sangat menyentuh hati dan relevan dengan momentum yang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu “Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim AS”.

Dalam pemaparan materinya, Sutrisno, mengupas tuntas esensi dari kisah perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. Beliau menekankan bahwa ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT adalah kunci utama dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Ketaatan Nabi Ibrahim AS bukan sekadar kisah masa lalu yang kita dengar setiap tahun, melainkan sebuah cermin besar bagi kehidupan kita hari ini. Di tengah gempuran zaman modern, ujian keimanan kita mungkin tidak seberat beliau, namun kita dituntut untuk memiliki level kepasrahan dan kepatuhan yang sama terhadap syariat-Nya. Mengorbankan ego, harta, dan waktu demi mendekatkan diri kepada Allah adalah wujud konkret meneladani sang Khalilullah,” ujar Sutrisno di hadapan puluhan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Penjelasan yang disampaikan dengan bahasa yang santun, renyah, namun sarat akan makna mendalam khas KUA Pagentan berhasil menyihir para jamaah untuk terus fokus hingga akhir acara.

Ketua Majelis Taklim Nurul Iman, Yasir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, bimbingan keagamaan seperti ini laksana oase yang menyegarkan dahaga spiritual warga Dusun Windusari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Sutrisno yang sudi mendatangi kami di pelosok Windusari ini. Penjelasan beliau sangat menyentuh dan benar-benar membuka mata hati kami. Melalui kajian ini, 35 jamaah yang hadir di sini insya Allah menjadi lebih paham bagaimana cara memupuk keikhlasan dan ketaatan dalam keluarga, terutama terkait dengan hari raya kurban,” ungkap Pak Yasir dengan penuh haru.

Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan yang masif dan menyentuh akar rumput seperti ini, KUA Pagentan terus membuktikan komitmennya dalam mengokohkan fondasi keagamaan masyarakat, membina akhlak, serta menghadirkan pelayanan bimbingan Islam yang prima dan menyentuh hati di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara. 

(3S/azd)

Skip to content