KAK ROS FASILITATOR BIMWIN  BERIKAN ILUSTRASI” EKONOMI BISA DI CARI DENGAN KOMUNIKASI “ KEPADA CALON PENGANTIN

Banjarnegara (Humas) –   Bagian dari Pelayanan Prima Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan demi mewujudkan calon pengantin yang kuat secara fisik dan kuat secara psikis adalah dengan melaksanakan Bimbingan Perkawinan ( BIMWIN ) Catin.(15/8)

Rosidi atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Kak Ros’ merupakan salah satu Fasilitator Bimbingan Perkawinan KUA Pagentan. Kak Ros menyampaikan bahwa salah satu faktor terjadinya retaknya rumah tangga bahkan berujung perceraian adalah komunikasi.

Komunikasi bagian terpenting didalam sebuah hubungan,termasuk hubungan di antara pasangan suami  istri. Pasangan suami istri yang mengenal dirinya sendiri dan mengenal pasangannya memiliki bekal untuk saling tafahum ( memahami ) dengan lebih mudah.Di tambah dengan menjaga komunikasi yang matang dengan pasangan,maka komitmen dan menjaga gairah di antara pasangan dan kedekatan emosi akan tetap terjaga dengan baik.

Komunikasi yang yang matang akan menghantarkan kebahagiaan,sedangkan komunikasi yang mentah akan menghantarkan kesengsaraan.kemudian Kak Ros memberikan ilustrasi bahwa “ekonomi bisa di cari dengan komunikasi “.

Ada suatu pasangan suami istri yang baru saja mengarungi bahtera keluarga, pada suatu saat mereka di hadapkan  problematika kehidupan ,yang menjadikan mereka enggan saling berkomunikasi di antara mereka. Rumah tangga mereka sebagaimana kuburan yang sunyi dan sepi tanpa komunikasi,

Tibalah saatnya pada suatu malam sang suami kebetulan mendapat surat panggilan  interview di salah satu perusahaan besar,sang suami bergumam didalam hati “ malas lah bilang sama istri “ katanya. Kemudian sang suami menulis di atas selembar kertas  yang bertuliskan “ ndu saya besok pagi di bangunkan pukul 04 : pagi iya,karena besok saya berangkat pagi acara interview di perusahaan”, kemudian di taruh di bawah batalnya sang istri.

Suara Adzan Subuh sudah berkumandang,dan sang istripun bangun dari tidurnya,bergegas merapikan tempat tidurnya ,dan menemukan selembar kertas yang bertuliskan di atas. Kemudian sang istri  membacanya dengan menghelai nafas panjangnya sambil mengambil pensil di atas almari dan menulisnya “ mas bangun sudah jam 04:00 “ kemudian di taruh di bantal tempat tidur suami yang masih terlelap tidurnya. Apa yang terjadi saudara? Akhirnya sang suami bangun pukul 06 : 00 pagi, dan sudah tidak bisa menghadiri undangan yang sangat berharga bagi mereka berdua. Dari ilustrasi di atas menggambarkan bahwa komunikasi yang matang menjadi barometer berjalannya kehidupan rumah tangga,bukan berarti tidak ada masalah tetapi bisa menyelesaikan masalah dengan komunikasi.

Skip to content