Banjarnegara (Humas) – Sulistiyo, Penyuluh Agma Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara melakukan kegiatan kepenyuluhan di majelis Taubatan Nasuha tepatnya di masjid At Taubah masuk Kawasan lingkungan Rutan Banjarnegara yang dihadiri oleh 120 penghuni tahanan Rutan Banjarnegara. (14/8)
Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang selalu dinantikan oleh penghuni rutan untuk memperkaya pengetahuan sekaligus mengisi waktu luang disela-sela hukuman yang sudah diputuskan oleh sang Hakim, kegiatan ini merupakan bagian dari Kerjasama antara Kemeterian Agama dengan Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan yang sudah terjalin lama, sehingga para penyuluh dan para tahanan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam penyampainya, sulistiyo menjelaskan “sebaiknya para tahanan harus menerima semua keputusan yang telah diputuskan oleh hakim, karena dengan cara kita mau menrima semua keputusan dari hakim maka kita akan menjadi tenang, karena dengan menrima Keputusan berbarti hati kita juga akan merasa tenang, Ketika hati sudah tenang maka kehidupan akan menjadi harmonis,” jelasnya.
Karena sesungguhnya Ketika kita taat kepada keuputusan hakim maka kita juga akan taat dengan Keputusan Pemerintah, sebaik-baiknya manusia adalah taat kepada Allah dan Rosul serta taat kepada ulil amri yang sah, jadi Ketika para tahanan sudah merasa menrima dengan Keputusan Hakim maka para tahahan juga taan keapda Allah dan Rosul.
Meski diadakan di dalam Rutan yang terkenal dengan orang-orang yang ahli melakukan kejahatan, namun bukan menjadi penghalang atau rintangan untuk penyuluh harus tetap melakukan penyuluhan didalam Lapas, karena sesungguhnya mereka semua adalah manusia yang juga mempunyai hak untuk tetap belajar tentang ilmu pengetahuan, belajar dimanapun harus tetap dilakukan. Ada sebuah hadist nabi Muhammad SAW yang mengatakan “tholabul Ilmi minal mahdi ilal Lahdi” artinya mencari ilmu semenjak dari kandungan samapai keliang lahat, jadi tidak ada alasan untuk siapapun berhenti dalam mencari ilmu Allah yang amat luas.







