Banjarnegara (Humas) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Slamet Wahyudi, memberikan pembinaan dalam kegiatan Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara yang diselenggarakan pada Rabu (1/4/2026) di Rumah Makan Sako Banjarnegara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara Slamet Wahyudi, Ketua IPARI Banjarnegara Nasirin, serta seluruh anggota IPARI.
Dalam sambutan sekaligus pembinaannya, Slamet Wahyudi mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir.
“Momentum halalbihalal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah di antara sesama penyuluh agama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para penyuluh agama atas keberhasilan pelaksanaan program Masjid dan Gereja Ramah Pemudik pada Mudik Idulfitri 2026 di Kabupaten Banjarnegara yang berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Slamet Wahyudi mengajak para penyuluh untuk memaknai tradisi halalbihalal tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana memperkuat nilai sosial dan dakwah di tengah masyarakat.
“Halalbihalal merupakan penyelesaian masalah sosial sekaligus infrastruktur dakwah. Ini adalah budaya khas Indonesia untuk saling memaafkan yang membawa keberkahan rezeki serta memanjangkan usia,” jelasnya.
Dalam pembinaannya, ia juga menyoroti tantangan penyuluh agama ke depan, antara lain perkembangan era digital dan media sosial, isu radikalisme dan liberalisme, penguatan moderasi beragama, serta pentingnya peningkatan kemampuan teknologi bagi para penyuluh.
Slamet Wahyudi turut mengingatkan agar pelaporan kegiatan penyuluhan melalui aplikasi e-PA dapat terus ditingkatkan, disertai dokumentasi kegiatan yang baik sebagai bagian dari akuntabilitas kinerja penyuluh.
Ia menambahkan bahwa kinerja penyuluh agama pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang cukup baik, sehingga kerja sama dan kekompakan yang telah terjalin perlu terus dipertahankan.
“Diharapkan keberadaan IPARI ini benar-benar dibutuhkan oleh para penyuluh maupun masyarakat. Kebersamaan ini harus kita pupuk dan terus kita kembangkan,” tegasnya.
Setelah sesi pembinaan dari Kasi Bimas Islam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang diikuti oleh para anggota IPARI untuk membahas berbagai program dan strategi penguatan kegiatan penyuluhan ke depan.
