Kehamilan Bernilai Ibadah, Penyuluh Agama Purwanegara Tanamkan Semangat Sabar dan Syukur

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Pada Kamis, (14/8), Anugrah melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok binaan kelas ibu hamil di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu kader kesehatan Desa Gumiwang, Ibu Jaenah, dan diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, di mana para peserta tampak aktif menyimak materi dan berbagi pengalaman.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari aksi KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting), sebuah gerakan kolaboratif para penyuluh agama Islam untuk memberikan edukasi moral, spiritual, dan kesehatan guna mencegah stunting sejak masa kehamilan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara penyuluh agama dengan bidan desa setempat.

Dalam penyampaiannya, Anugrah Windu Setianingsih mengangkat tema “Keistimewaan Ibu Hamil: Kehamilan sebagai Amanah dan Anugerah Allah”. Ia menekankan bahwa kehamilan bukan sekadar proses biologis, melainkan sebuah amanah yang harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan kesadaran ibadah.

“Kehamilan adalah amanah dan anugerah dari Allah. Menjalani setiap prosesnya dengan niat ibadah akan menjadikan setiap rasa lelah yang dirasakan seorang ibu bernilai pahala di sisi-Nya,” ujar Anugrah di hadapan para peserta.

Anugrah juga mengingatkan bahwa masa kehamilan sering kali disertai ujian fisik seperti mual, lelah, dan nyeri. Namun, ujian tersebut justru menjadi penggugur dosa bagi seorang ibu yang bersabar. Ia mengajak para ibu hamil untuk mensyukuri setiap tahap perkembangan janin sebagai tanda kasih sayang Allah dan tidak melupakan doa sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menjaga kesehatan diri dan janin.

“Setiap detak jantung bayi, setiap gerakan kecil di rahim adalah bukti cinta Allah. Syukuri dan rawatlah amanah ini dengan sabar, doa, dan ikhtiar terbaik,” tambahnya.

Bidan desa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas materi yang dibawakan. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan nilai agama dengan pengetahuan kesehatan sangat bermanfaat bagi para ibu hamil dalam mempersiapkan kelahiran generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.

Melalui kegiatan KOPI SECETING ini, diharapkan para ibu hamil di Desa Gumiwang dapat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan selama kehamilan bukan hanya kewajiban medis, tetapi juga bagian dari ibadah. Kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi yang sehat secara fisik sekaligus kuat secara iman. (rp, azd)

Skip to content