Kejar Target Wajib Halal Oktober, Penyuluh Agama Bawang Sasar Para Pedagang

Banjarnegara (Humas) – Menjelang pemberlakuan ambang batas kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober mendatang, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bawang, Bustanul Arifin, bergerak cepat. Ia melakukan aksi jemput bola dengan menyasar langsung para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Bawang untuk melakukan sosialisasi “Wajib Halal Oktober”. (5/6/2026)

Aksi turun ke lapangan ini dilakukan guna memastikan para pedagang lokal tidak tertinggal informasi dan segera mendaftarkan produk mereka sebelum tenggat waktu yang ditentukan oleh Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dalam sosialisasi tersebut, Bustanul Arifin mendatangi satu per satu lapak pedagang, mulai dari penjual makanan siap saji, camilan tradisional, hingga pelaku usaha produk olahan daging. Menurutnya, edukasi langsung secara tatap muka jauh lebih efektif karena banyak pedagang kecil yang belum memahami alur pendaftaran sertifikasi halal, terutama program Self Declare (sertifikasi gratis untuk mikro-kecil).

“Oktober sudah sangat dekat. Kita ingin memastikan seluruh pedagang di Kecamatan Bawang, khususnya sektor makanan dan minuman, sudah melek informasi ini. Sertifikat halal bukan lagi sekadar pelengkap, tapi akan menjadi syarat wajib mutlak,” ujar Bustanul di sela-sela kegiatannya.

Bustanul mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah kekhawatiran para pedagang mengenai biaya dan kerumitan administrasi. Melalui pendekatan yang humanis, ia menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan fasilitasi sertifikasi halal gratis (Sehati) bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria tertentu.

Selain memberikan penjelasan lisan, Penyuluh Agama Islam Kec. Bawang ini juga membagikan pamflet panduan dan membuka layanan konsultasi serta pendampingan langsung di tempat bagi pedagang yang ingin segera mendaftar.

Langkah proaktif ini mendapat sambutan hangat dari para pedagang. Mereka mengaku terbantu karena keterbatasan waktu dan informasi membuat mereka jarang memperbarui regulasi terkini terkait usaha mereka.

“Awalnya saya kira bayar mahal dan ribet urusnya. Alhamdulillah, lewat penjelasan Pak Bustanul, kami jadi paham kalau ada yang gratis dan dibantu prosesnya. Ini demi ketenangan konsumen juga,” ungkap salah seorang pedagang kuliner di Kecamatan Bawang.

Dengan gencarnya sosialisasi ini, KUA dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bawang berharap target capaian sertifikasi halal di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara maksimal sebelum bulan Oktober, sekaligus menaikkan kelas UMKM lokal agar lebih berdaya saing dan tepercaya. 

(BA/azd)

Skip to content