Kepala MIFABARA Yakinkan Supervisor Lewat Pemaparan Visi Misi dan Bukti Kinerja dalam PKKM

Banjarnegara – Pelaksanaan PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) di MIFABARA berlangsung penuh khidmat dan profesional. Kepala madrasah, Durotun Nafisah, tampil meyakinkan saat memaparkan visi, misi, program madrasah, serta berbagai capaian prestasi guru dan peserta didik. Dengan gaya penyampaian yang terstruktur dan lugas, beliau menunjukkan kompetensi yang matang dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.

Dalam kesempatan tersebut, Vijanti Marzuqi, selaku pengawas madrasah sekaligus supervisor, memberikan apresiasi atas kekuatan materi yang disampaikan. Beliau menegaskan bahwa PKKM saat ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau dulu yang dilihat lebih banyak sisi administrasinya. Sekarang, PKKM menitikberatkan pada bukti nyata kinerja kepala madrasah. Ini yang membuat penilaian lebih objektif dan menyeluruh,” jelas Vijanti.

Sementara itu, Durotun Nafisah dalam pemaparannya tidak hanya berbicara soal teknis kinerja madrasah, tetapi juga memaknai PKKM sebagai proses spiritual dan moral bagi profesi guru. “Dengan PKKM ini, saya berharap derajat guru semakin mulia sebagai makhluk ciptaan Allah. Dalam menjalankan tugas, guru harus ikhlas dan amanah. InsyaAllah pahala jariyah akan terus mengalir dari ilmu yang diajarkan,” ungkapnya penuh keteduhan.

Beliau juga berharap hasil PKKM dapat menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas madrasah. “Semoga melalui penilaian ini, saya dapat memperbaiki kekurangan dan memperkuat program agar MIFABARA semakin maju, bahkan bisa menembus kancah global,” tambahnya.

Sebelum kegiatan diakhiri, supervisor bersama pihak yayasan dan komite melakukan verifikasi dokumen pendukung. Nurkhasanah selaku ketua yayasan dan Risna selaku ketua komite turut hadir mendampingi pengecekan administrasi. Vijanti memeriksa dengan sangat teliti setiap bukti fisik kinerja untuk memastikan kelayakan penilaian.

PKKM tahun ini dilakukan di hadapan seluruh dewan guru. Hal ini tidak hanya menambah transparansi, tetapi juga menjadi momen pembelajaran bagi para guru untuk memahami standar manajerial dan profesionalisme kepala madrasah.

Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi para siswa. “Guru itu bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian. Setiap hari kita menanam nilai, merawat harapan, dan menuntun anak-anak menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Nani, guru MIFABARA.

Pelaksanaan PKKM kali ini menjadi bukti bahwa MIFABARA terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh, baik dari sisi manajerial maupun mutu pembelajaran.(nas)

Skip to content