Banjarnegara – Inovasi pembelajaran berbasis digital kembali ditunjukkan oleh siswa kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kali ini, mereka secara bersama-sama mengikuti proses pendaftaran anggota perpustakaan secara online dengan penuh semangat dan kemandirian, di bawah bimbingan wali kelas, Nani.(23/4)
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, karena tidak hanya mengenalkan pentingnya literasi, tetapi juga melatih keterampilan digital sejak dini. Sebelum pelaksanaan, siswa telah menyiapkan dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat administrasi. Dengan tertib, mereka mulai menginput data diri serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan secara mandiri.
Menariknya, siswa juga menunjukkan kemampuan digital yang luar biasa dengan mampu mengompres file berukuran besar menggunakan platform Compress JPEG. Hal ini dilakukan agar file dapat diunggah sesuai dengan ketentuan sistem pendaftaran. Proses yang mungkin terlihat rumit bagi sebagian orang, justru mampu diselesaikan dengan baik oleh siswa kelas 5D.
Salah satu siswa mengungkapkan rasa bangganya. “Awalnya agak bingung, tapi setelah dicoba ternyata bisa. Senang karena bisa daftar sendiri,” ujarnya. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa mampu mengembangkan keterampilan teknologi secara optimal.
Wali kelas 5D, Nani, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kemandirian siswa. “Anak-anak luar biasa. Mereka tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga berani mencoba dan menyelesaikan proses secara mandiri. Ini adalah bekal penting untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, turut mengungkapkan kebanggaannya. Ia menilai bahwa kemampuan literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting di era saat ini. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek teknologi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas 5D MIFABARA tidak hanya berhasil mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan, tetapi juga membuktikan bahwa mereka mampu menguasai keterampilan digital dengan baik. Semangat belajar, kemandirian, dan keberanian mencoba menjadi kunci utama dalam mencetak generasi hebat di masa depan.(nas)







