Banjarnegara (Humas) – Dalam situasi maraknya isu demo yang berkembang di berbagai daerah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja bersama tokoh penganut agama Buddha, Juniarto, dari Desa Somawangi, melakukan langkah nyata untuk menjaga kondusifitas masyarakat Banjarnegara, khususnya wilayah Mandiraja.
Kegiatan yang digelar hari ini, Selasa (2/9) mendapat sambutan hangat dari warga. Penyuluh Agama Islam Mandiraja bersama Juniarto sepakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian, tidak terprovokasi oleh isu maupun ajakan yang mengarah pada tindakan anarkis.
Dalam kesempatan tersebut, Juniarto menegaskan pentingnya kebersamaan lintas agama dalam menjaga keharmonisan. “Kami sebagai umat Buddha di Desa Somawangi berkomitmen menjaga kedamaian. Mari kita bersama-sama mengedepankan kerukunan dan tidak mudah terpengaruh provokasi yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam Mandiraja menekankan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling bahu-membahu menjaga persatuan bangsa. “Islam mengajarkan kita untuk selalu menebar kebaikan. Kami bersama saudara-saudara lintas agama akan terus mengajak masyarakat Mandiraja dan Banjarnegara agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan persaudaraan dan persatuan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi teladan nyata bahwa kerjasama lintas agama sangat penting dalam menghadapi situasi bangsa. Kehadiran tokoh agama Buddha dan penyuluh agama Islam dalam satu forum menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan hanya slogan, tetapi sudah dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dengan adanya sinergi ini, masyarakat Mandiraja dan Banjarnegara diingatkan untuk tetap fokus pada hal-hal positif, menjaga persaudaraan, dan tidak terpengaruh isu yang dapat memecah belah. (ft)







