Kolaborasi Progresif: KUA dan PKH Pagentan Perkuat Pondasi Keluarga Penerima Manfaat Melalui Edukasi Anti Kekerasan Anak

Banjarnegara (Humas) – Sebuah inisiatif strategis yang menggabungkan peningkatan kesejahteraan ekonomi dengan penguatan moral dan spiritual keluarga telah diluncurkan di Kecamatan Pagentan. Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan menjalin sinergi erat dengan Program Keluarga Harapan (PKH) setempat untuk menyelenggarakan bimbingan penyuluhan yang berfokus pada isu krusial: pencegahan kekerasan dan perilaku salah terhadap anak.

Acara edukatif ini diadakan pada hari Rabu (12/11/2025), bertempat di kediaman Ibu Parsiti, Dukuh Kemiri, Desa Kayuares. Sebanyak 27 peserta, yang seluruhnya merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, hadir dengan antusias, menunjukkan kesadaran kolektif untuk membekali diri dengan pengetahuan yang lebih baik dalam mengasuh anak.

Inti dari penyuluhan ini ditekankan pada tema “Upaya Pencegahan Kekerasan dan Perilaku Salah pada Anak,” yang disampaikan langsung M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Dalam paparannya, Syaiful Abidin menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma dalam memandang anak.

“Anak adalah amanah (titipan) Allah SWT yang mulia, yang wajib kita jaga dan didik dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab, bukan sebaliknya, menjadi objek pelampiasan emosi atau sasaran kekerasan. Tindakan kekerasan, dalam bentuk apapun, adalah dosa besar di mata agama dan pelanggaran hak asasi yang fundamental,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Syaiful mendorong para orang tua KPM untuk mengedepankan keteladanan, kelembutan, dan komunikasi yang efektif sebagai metode utama dalam mendidik. Kekerasan fisik maupun psikis harus dihindari sepenuhnya demi menjamin tumbuh kembang anak yang optimal dan menciptakan lingkungan keluarga yang aman serta harmonis.

Sinergi antara KUA dan PKH Pagentan ini dipandang sebagai model kolaborasi yang holistik dan progresif. Selama ini, PKH fokus pada peningkatan taraf ekonomi, namun kini disempurnakan dengan intervensi dari KUA untuk memperkuat pilar mental, spiritual, dan etika dalam rumah tangga.

Niken Saraswati, Pendamping PKH Desa Kayuares, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi KUA. “Materi dari KUA Pagentan ini sangat relevan dan amat dibutuhkan oleh KPM kami. Dengan pondasi agama dan etika yang kuat, kami berharap peningkatan ekonomi yang dialami KPM dapat diiringi dengan peningkatan kualitas pengasuhan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang lebih baik,” ujar Niken.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kegiatan pendampingan dan bimbingan keluarga yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: membangun masyarakat Pagentan yang sejahtera lahir dan batin, di mana hak-hak anak terlindungi secara penuh, dan kekerasan dalam rumah tangga dapat dientaskan. KUA dan PKH berkomitmen untuk terus bergerak bersama demi mewujudkan keluarga penerima manfaat yang kuat secara ekonomi, spiritual, dan moral. 

(msa/ azd)

Skip to content