Kolaborasi Sekolah dan KUA: Memperkuat Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Utama

Banjarnegara (Humas) – Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Menyadari hal tersebut, TK PGRI Nagasari, yang berlokasi di MT Qurrota A’yun Nagasari, Banjarnegara, mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Bimbingan Penyuluhan yang berfokus pada penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter. Acara ini sukses menarik perhatian 25 orang siswa dan wali siswa pada Senin (15/12/2025).

Diprakarsai sebagai bagian dari upaya kolektif dalam “Menyiapkan Generasi Muda yang Berkualitas,” kegiatan ini menghadirkan narasumber tunggal, M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan.

Dalam pemaparannya yang mendalam, Syaiful Abidin secara tegas memosisikan keluarga, khususnya orang tua, sebagai penentu utama dalam pembentukan karakter anak. Ia menekankan bahwa meskipun lembaga pendidikan formal seperti sekolah memainkan peran krusial, fondasi keimanan dan karakter yang kuat harus ditanamkan sejak dini di lingkungan rumah.

“Pendidikan karakter berkualitas tidak bisa didelegasikan sepenuhnya kepada sekolah. Tanggung jawab mendidik anak menjadi pribadi muslim yang berkarakter dan saleh adalah modal besar bagi masa depan bangsa dan agama, dan tanggung jawab itu ada di pundak kita, para orang tua,” tegas Syaiful Abidin.

Menurutnya, kompleksitas tantangan zaman menuntut kesiapan spiritual dan moral yang matang pada anak-anak. Kesiapan ini hanya bisa terwujud jika orang tua menjalankan peran strategis mereka sebagai penerus estafet nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Syaiful Abidin menggarisbawahi pentingnya keteladanan sehari-hari dalam menanamkan nilai-nilai keislaman fundamental, seperti kejujuran, disiplin, toleransi, dan kasih sayang. Ia berharap setiap rumah tangga dapat berfungsi optimal sebagai ‘madrasah pertama dan utama’—pusat bimbingan moral dan spiritual yang paling berpengaruh bagi tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, Kepala TK PGRI Nagasari dan Ketua MT Qurrota A’yun, Winarsih, menyambut baik inisiatif kolaboratif antara sekolah dan KUA ini. Winarsih memandang kegiatan ini sebagai sinergi yang esensial.

“Kami sangat menyadari bahwa hasil pendidikan di sekolah tidak akan optimal tanpa dukungan aktif dan penguatan karakter dari rumah. Materi yang disampaikan oleh Bapak Syaiful Abidin memberikan pencerahan dan motivasi baru bagi wali murid untuk lebih memaksimalkan peran mereka sebagai pendidik,” ujar Winarsih.

Ia menyimpulkan bahwa kunci untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan beriman kuat, terletak pada sinergi yang harmonis antara lingkungan sekolah dan rumah. Para peserta tampak antusias dan serius mengikuti bimbingan, menunjukkan komitmen mereka untuk segera mengaplikasikan ilmu yang didapat demi mewujudkan generasi muda yang unggul.

(msa/ azd) 

Skip to content