Banjarnegara – Dalam rangka menyukseskan program unggulan bilingual yang kini hampir memasuki tahun kedua pelaksanaan, seluruh guru MIFABARA mengikuti latihan dasar bahasa Inggris secara intensif. Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam membangun budaya bilingual yang tidak hanya diterapkan kepada siswa, tetapi juga dikuatkan dari sisi pendidik.(21/2)
Latihan dilaksanakan secara bertahap dengan materi dasar seperti the beginning of the Lesson, classroom Management, the closing of the Lesson,simple sentences, simple grammar, hingga praktik dialog sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Suasana pelatihan tampak penuh semangat. Para guru saling menyemangati, tidak ragu untuk mencoba berbicara meski masih terbata, dan bersama-sama memperbaiki pengucapan.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa program bilingual bukan sekadar label, melainkan komitmen jangka panjang yang harus diiringi peningkatan kompetensi guru. “Kami ingin program bilingual ini benar-benar hidup. Karena itu, gurunya pun harus terus belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berkembang,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa harapan besar madrasah adalah seluruh guru mampu menggunakan bahasa Inggris minimal dalam instruksi kelas sehari-hari. “Jika guru terbiasa menggunakan bahasa Inggris, anak-anak akan lebih cepat menyerap dan merasa bahasa itu dekat dengan kehidupan mereka,” imbuhnya.
Salah satu guru peserta pelatihan mengaku awalnya merasa kurang percaya diri. Namun seiring latihan, ia mulai merasakan manfaatnya. “Ternyata belajar bersama itu menyenangkan. Kami jadi lebih berani berbicara dan saling mendukung. Semoga ke depan kami bisa lebih lancar,” tuturnya.
Program bilingual MIFABARA yang telah berjalan hampir dua tahun ini memang menjadi salah satu ciri khas madrasah. Melalui pelatihan dasar ini, diharapkan kualitas implementasi program semakin meningkat dan konsisten.
Semangat belajar para guru menjadi bukti bahwa MIFABARA terus berbenah dan berinovasi. Bukan hanya siswa yang dituntut berkembang, tetapi guru pun terus menata diri. Sebab di madrasah ini, belajar adalah perjalanan tanpa henti untuk tumbuh, untuk maju, dan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan.(nas)
