Banjarnegara (Humas) – Semangat menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim. Menjawab tantangan tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Ummahatush Shalihah pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kantor TK Pertiwi Buah Hati Aribaya ini dihadiri oleh 26 peserta yang merupakan wali siswa sekolah tersebut. Mengusung tema filosofis “Kompas Titik Nol”, Syaiful mengajak para ibu untuk tidak membiarkan momentum Idul Fitri menguap begitu saja, melainkan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk perubahan karakter.
Dalam penyampaiannya yang interaktif, Syaiful menekankan bahwa esensi dari “kembali ke fitrah” atau titik nol adalah membawa kebiasaan baik saat puasa ke dalam sebelas bulan berikutnya. Ia menguraikan tiga poin utama dengan bahasa yang ringan dan menyentuh keseharian:
“Ibu-ibu, jangan sampai ibadah kita cuma rajin pas ada kolak saja di meja. Ada tiga hal yang harus kita ‘tenteng’ terus setiap hari. Pertama, Spirit Kebahagiaan Sejati; kita harus tetap merasa senang beribadah meski nggak lagi di bulan Ramadan. Kedua, Spirit Merombak Kebiasaan; kalau kemarin bisa bangun malam dan baca Quran, ayo diterusin, jangan balik ke setelan pabrik yang malas-malasan. Terakhir, Spirit Menahan Diri alias self-control; kuncinya adalah ngerem lisan dan emosi, apalagi pas lagi ngadepin anak atau tetangga,” ujar Syaiful dengan nada santai yang disambut tawa renyah para jamaah.
Ketua MT Al-Ummahatush Shalihah sekaligus Kepala TK Pertiwi Buah Hati Aribaya, Irfa Aryanti, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif bimbingan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan peran wali murid sebagai madrasah pertama bagi anak-anak mereka di rumah.
“Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari KUA Pagentan. Materi ‘Titik Nol’ ini menjadi pengingat penting bagi kami para wali murid untuk tetap menjaga kualitas spiritual. Harapannya, ilmu yang didapat hari ini bisa langsung dipraktikkan dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” ungkap Irfa.
Kegiatan bimbingan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Melalui penyuluhan rutin seperti ini, KUA Pagentan berharap nilai-nilai moderasi beragama dan ketahanan keluarga dapat terus tumbuh kuat di tengah masyarakat Aribaya.
(msa/azd)







