Kreatif dan Edukatif, Siswa Kelas 5D MIFABARA Sulap Galon Bekas Jadi Aquarium Mini Ramah Lingkungan

Banjarnegara – Inovatif dan penuh semangat, itulah suasana yang tampak di ruang kelas MIFABARA saat kegiatan literasi sains bertema “Aquarium dari Galon Bekas” dilaksanakan. Anak-anak terlihat antusias ada yang membawa galon air mineral bekas, gunting, lem, batu kerikil, dan tanaman air. Siang itu, mereka belajar sains dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. (24/10)

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran IPAS yang dikolaborasikan dengan program literasi lingkungan. Melalui proyek sederhana ini, guru mengajak siswa untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat. Bukan sekadar membuat hiasan, tapi bisa menjadi media edukatif untuk memahami konsep ekosistem buatan, siklus air, serta proses penyaringan air (filtrasi).

Pembuatannya dimulai dari membersihkan galon bekas, memotong bagian atasnya, menambahkan kerikil di dasar, memasukkan tanaman air seperti hydrilla, lalu mengisi air bersih dan ikan kecil seperti guppy. ditambah arang aktif dan kapas filter sebagai sistem penyaring alami agar air tetap jernih.

“Proyek ini sangat menarik karena anak-anak belajar sains secara langsung. Mereka bisa melihat bagaimana unsur makhluk hidup dan tak hidup saling berinteraksi dalam satu wadah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui daur ulang,” ungkap Nani, wali kelas 5D.

“Awalnya aku kira cuma buat hiasan, ternyata kita bisa belajar tentang air, ikan, dan tumbuhan yang saling membutuhkan. Jadi seperti dunia kecil di dalam galon,” ujar salah satu siswi.

Kepala madrasah, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya para siswa. “Kami mendorong setiap pembelajaran agar melibatkan kreativitas dan keterampilan hidup. Kegiatan seperti ini bukan hanya memperindah kelas, tapi juga menjadi media pembelajaran aktif yang membantu anak memahami konsep IPAS secara konkret,” tutur Durotun

Selain belajar konsep ilmiah, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai karakter penting bagi siswa. Mereka belajar kerja sama saat berbagi alat dan bahan, tanggung jawab saat merawat ikan dan tanaman air, serta kepedulian lingkungan melalui kebiasaan mendaur ulang. Dari galon bekas, lahirlah pembelajaran bermakna tentang kehidupan, tanggung jawab, dan harmoni dengan alam.

Aquarium mini itu bukan hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menjadi laboratorium kecil yang terus mengingatkan siswa bahwa menjaga alam bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar mereka.(nas)

Skip to content