Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan anak usia dini, KUA Kecamatan Karangkobar bekerja sama dengan Puskesmas Karangkobar menggelar kegiatan Kelas Ibu Balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Posyandu Desa Ambal dan diikuti oleh para ibu yang memiliki anak usia di bawah dua tahun. (24/7)
Mengawali sesi pertama, Bidan Agus Setiyaningsih dari Puskesmas Karangkobar menyampaikan materi seputar penyakit yang sering dialami oleh balita, seperti demam, diare, dan infeksi saluran pernapasan atas. “Salah satu penyakit yang sering menyerang balita adalah diare. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan dehidrasi yang membahayakan,” jelas Agus.
Ia juga mengimbau para ibu agar lebih peka terhadap gejala awal penyakit pada anak, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta rutin melakukan penimbangan dan pemeriksaan kesehatan di Posyandu. “Balita adalah masa emas yang sangat rentan. Kesehatan mereka perlu dijaga sejak dini agar tumbuh optimal dan terhindar dari risiko jangka panjang,” lanjutnya.
Sesi selanjutnya disampaikan oleh Duwi Rohmah, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari KUA Kecamatan Karangkobar. Ia mengangkat tema: “MengASIhi dengan Cinta, Mendidik dengan Hati: Menyiapkan Generasi Shalih Sejak Dini.”
Dalam pemaparanya, Duwi menegaskan bahwa ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak, sehingga setiap aktivitas pengasuhan semestinya dilandasi niat ibadah. “Memberikan ASI, menyuapi anak, membacakan doa, semua itu bukan sekadar rutinitas, tapi ladang pahala jika diniatkan karena Allah,” tuturnya.
Ia juga mendorong para ibu untuk menjadikan momen memberi MP-ASI sebagai media pendidikan spiritual dan karakter, dengan cara menyuapi anak sambil berdoa, memperkenalkan makanan halal dan thayyib, serta menanamkan rasa syukur sejak dini.
Tak hanya itu, suasana semakin hangat ketika Duwi mengajak peserta melakukan gerakan ringan bertema islami, seperti menyentuh dada sambil melafalkan niat baik sebagai ibu, dan memeluk balita sebagai simbol bersyukur dan berusaha menjalankan amanah sebagai ibu. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, diselingi tawa dan semangat kebersamaan.
“Menjadi ibu memang tidak mudah, tapi ini adalah amanah mulia. Mari terus belajar, bersabar, dan saling mendukung agar mampu membentuk generasi yang sehat dan shalih,” lanjutnya menyentuh hati para peserta.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Bidan Desa Ambal, Nurul, memberikan penekanan pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui lingkungan yang bersih dan sehat.
“Selain perhatian terhadap kesehatan balita, ibu juga harus peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan. Pola hidup bersih akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antar ibu. Para peserta berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk pembinaan dan dukungan nyata kepada para ibu dalam menjalankan peran mulianya. (dr/azd)







