KUA Mandiraja dan Dinas Lingkungan Hidup Banjarnegara Gagas Program PONIKAH

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjarnegara berencana meluncurkan program PONIKAH (Pohon untuk Nikah) sebagai bentuk sinergi antara pembinaan keluarga sakinah dan pelestarian lingkungan. (8/6/2026)

Program ini mengusung slogan “Satu Buku Nikah, Satu Pohon Berkah”, yang mengajak setiap pasangan calon pengantin untuk turut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan dengan menanam minimal satu pohon sebagai simbol awal kehidupan rumah tangga yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan.

Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto, menjelaskan bahwa program PONIKAH tidak hanya bertujuan menambah tutupan hijau di wilayah Banjarnegara, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian lingkungan kepada pasangan yang akan membangun keluarga baru.

“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi momentum untuk menebar manfaat yang lebih luas. Melalui PONIKAH, kami ingin mengajak setiap pasangan pengantin meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirasakan masyarakat dan generasi mendatang. Pohon yang ditanam akan menjadi simbol tumbuhnya cinta, tanggung jawab, dan keberkahan dalam rumah tangga,” ungkap Hendriyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, keterlibatan calon pengantin dalam gerakan penghijauan merupakan inovasi yang menarik karena menghubungkan peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat dengan upaya menjaga kelestarian alam.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KUA Mandiraja. Menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi lingkungan. Jika setiap pasangan pengantin ikut berpartisipasi, maka akan lahir gerakan penghijauan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekologis, sosial, maupun ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui program PONIKAH, diharapkan setiap buku nikah yang terbit tidak hanya menjadi tanda sahnya sebuah pernikahan, tetapi juga menjadi awal lahirnya satu pohon yang tumbuh dan memberi manfaat. Dengan demikian, kebahagiaan pasangan pengantin dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari.

Skip to content