Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya calon jamaah haji. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan asistensi dan perekaman Biovisa (data biometrik) bagi tujuh orang calon jamaah haji (CJH) di wilayah Pagentan.
Acara penting ini berlangsung pada hari Rabu (12/11/2025), bertempat di Ruang Balai Nikah KUA Pagentan. Sebanyak tujuh CJH yang siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji mendatang, difasilitasi penuh oleh tim perekaman khusus dari KUA Pagentan. Tim ini bertugas membantu para CJH dalam proses pemindaian wajah dan sidik jari yang menjadi bagian dari aplikasi Saudi Visa Bio, sebuah syarat wajib dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk penerbitan visa haji dan kelancaran proses imigrasi.
Proses perekaman Biovisa ini penting karena data biometrik yang terekam akan digunakan untuk memverifikasi identitas jemaah setibanya di bandara Arab Saudi, sehingga mempercepat dan mempermudah proses kedatangan. Mengingat tidak semua CJH familiar dengan teknologi dan aplikasi seluler, peran aktif tim KUA Pagentan sangat vital dalam memastikan seluruh jemaah dapat menyelesaikan tahapan ini dengan lancar dan tanpa kendala.
Nasta’in, salah satu anggota Tim Perekaman KUA Pagentan, menekankan pentingnya kewajiban perekaman biometrik ini.
“Kewajiban perekaman Biovisa ini adalah langkah modernisasi yang diterapkan oleh otoritas Arab Saudi. Tujuannya bukan hanya sekadar administrasi, tetapi untuk menjamin kelancaran perjalanan para jamaah sejak di tanah air hingga tiba di Tanah Suci. Data biometrik yang akurat dan terekam akan menjadi kunci kelancaran proses imigrasi, mengurangi antrean panjang, dan menghindari masalah visa di kemudian hari. Kami di KUA berkomitmen untuk memastikan setiap calon jamaah haji di Pagentan menyelesaikan tahapan penting ini dengan baik,” ujar Nasta’in.
Salah satu calon jamaah haji yang mengikuti proses perekaman, Purwanto Purwadi dari Desa Aribaya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas bantuan yang diberikan oleh tim KUA Pagentan.
“Saya mewakili teman-teman calon jamaah haji di sini sangat terbantu dengan adanya inisiatif dari KUA Pagentan ini. Jujur saja, bagi kami yang sudah sepuh dan kurang paham dengan teknologi, proses perekaman Biovisa ini terasa rumit. Adanya bantuan dan pendampingan langsung dari KUA membuat kami merasa tenang dan yakin data kami terekam dengan benar. Layanan jemput bola seperti ini sangat kami hargai, ini bukti nyata pelayanan prima dari KUA,” kata Purwanto Purwadi dengan wajah berseri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama melalui KUA Pagentan untuk membantu memberikan layanan maksimal dan meminimalisir kesulitan administratif bagi calon jamaah haji. Diharapkan, dengan selesainya proses perekaman Biovisa ini, tujuh CJH Kecamatan Pagentan dapat fokus sepenuhnya dalam mempersiapkan diri secara mental dan spiritual menjelang keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
(msa/ azd)







