KUA Purwanegara Teguhkan Karakter Remaja melalui Edukasi Pergaulan dan Moderasi Beragama

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini bertempat di Masjid Daarul Falaah Merden, yang berada dalam kompleks Pondok Pesantren Daarul Falaah Merden, Kecamatan Purwanegara.

Kegiatan BRUS tersebut diikuti oleh sekitar 40 siswa dan siswi kelas VIII tingkat Tsanawiyah. Para peserta tampak antusias sejak awal hingga akhir acara, menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh para penyuluh.

Acara dibuka dengan suasana hangat dan penuh semangat, dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh Retno Purnawati yang mengangkat tema “Menghindari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina.” Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga diri, kehormatan, serta memilih lingkungan pergaulan yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan namun menyentuh, sehingga mudah dipahami oleh para remaja.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Imam Sarifudin dengan tema “Semangat Meraih Cita-Cita.” Ia memotivasi para peserta untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar impian, serta menanamkan keyakinan bahwa kesuksesan dapat diraih dengan usaha, doa, dan ketekunan. Penyampaian yang inspiratif membuat para peserta semakin termotivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Materi ketiga disampaikan oleh Heri Sutikno dengan tema “Moderasi Beragama.” Dalam materinya, ia mengajak para siswa untuk memahami pentingnya sikap toleransi, keseimbangan, dan tidak berlebihan dalam beragama. Hal ini menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi kehidupan di tengah masyarakat yang beragam.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif, penuh perhatian, serta berani bertanya dan berdiskusi. Interaksi yang terbangun antara penyuluh dan peserta menjadikan suasana semakin hidup dan edukatif.

Anwar Ma’arif, selaku guru yang mengajar di tingkat tsanawiyah pondok pesantren ini, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penyuluh atas materi yang telah diberikan. Ia menilai bahwa apa yang disampaikan sangatlah penting dan bermanfaat bagi para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para penyuluh. Materi yang disampaikan sangat penting dan relevan bagi para santri di pondok ini,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkesinambungan,” tambahnya.

Kegiatan BRUS ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para remaja tentang nilai-nilai keislaman, sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran aktif penyuluh agama dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap meraih masa depan yang gemilang. 

(rp/azd)

Skip to content