Laksanakan Gerakan Keluarga Maslahat, Penyuluh Dorong Ketahanan dan Keharmonisan Rumah Tangga

Banjarnegara (Humas) – Sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis, berdaya, dan berketahanan, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh melaksanakan kegiatan Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) di Desa Bojanegara tepatnya di rumah Sekretaris Desa pada Senin (13/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama RI, yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berketahanan, harmonis, sejahtera, dan maslahat.

Kegiatan diisi dengan penyuluhan dan dialog seputar pentingnya membangun keluarga yang berorientasi pada maslahat, baik dalam aspek spiritual, ekonomi, maupun sosial. Sebagai selingan agar suasana kegiatan semakin hidup, para penyuluh mengajak peserta untuk melakukan tepuk sakinah sebaga ice breaking. Dengan semangat penuh keceriaan semua peserta mengikut tepuk tersebut sambil memahami makna setiap gerakan dan ucapan didalamnya.

Program yang berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya berbagai persoalan keluarga seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga lemahnya komunikasi dan nilai keagamaan dalam keluarga ini menunjukkan kehadiran Kementerian Agama dalam masyarakat khususnya keluarga. Keluarga yang maslahat bukan hanya kuat secara materi, tetapi juga kokoh dalam iman, saling menghormati, serta mampu menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan musyawarah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Bojanegara, Nursiyah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para penyuluh agama. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para ibu dan keluarga di desa kami. Mengingatkan kami pentingnya komunikasi dan saling menghargai dalam rumah tangga. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.

Melalui kegiatan yang ringan dan menyenangkan seperti Tepuk Sakinah dalam GKM ini, warga diajak mengingat kembali bahwa keluarga yang bahagia tidak selalu harus sempurna, tapi cukup saling memahami, menghargai, dan menguatkan satu sama lain. Dan diharapkan nilai-nilai agama semakin mengakar dalam kehidupan keluarga, serta menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis dan maslahat.

(ef/ azd)

Skip to content