Semangat Dakwah Tak Kenal Libur: Penyuluh Agama Islam Pandanarum Bimbing Majelis Taklim Mar’atussolihah dengan Materi Tauhid

Banjarnegara (Humas) – Di tengah kesibukan akhir pekan dan suasana hari libur, semangat dakwah tetap membara di hati para penyuluh agama. Hal ini tercermin dari kiprah Yulis, Penyuluh Agama Islam Pandanarum, yang tetap konsisten menjalankan tugas pembinaan keagamaan kepada masyarakat. (11/10)

Pada Sabtu Yulis melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Mar’atussolihah yang berlokasi di Desa Beji. Dilakukan hari libur karena Penyuluh  harus menyesuaikan jadwal Majelis Taklim. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu jamaah majelis taklim dan berlangsung dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh kekhusyukan.

Dengan mengangkat tema Ilmu Tauhid sebagai materi utama, Yulis menekankan pentingnya pemahaman akidah yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tauhid merupakan dasar dari segala amal ibadah dan menjadi pondasi utama dalam membentuk pribadi Muslim yang kuat dan tangguh di tengah tantangan zaman.

“Ilmu tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Dengan memahami tauhid secara benar, kita akan terhindar dari pemahaman yang menyimpang dan dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran kepada Allah SWT,” jelas Yulis di hadapan para jamaah.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 orang jamaah, yang mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga dan kader majelis taklim. Antusiasme para peserta sangat tinggi. Mereka menyimak materi dengan saksama dan aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan seputar tauhid, akidah, dan praktik keagamaan lainnya.

Meskipun dilaksanakan pada hari libur, hal tersebut tidak menyurutkan semangat baik dari penyuluh maupun para peserta. Justru momen ini menjadi kesempatan emas untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi keagamaan masyarakat secara langsung di lingkungan mereka.

Yulis berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, tidak hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga sebagai ruang spiritual untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah antarwarga.

“Penyuluhan seperti ini bukan hanya tentang penyampaian materi, tapi juga bagian dari membangun karakter umat. InsyaAllah, kita akan terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat dakwah yang menyentuh hati,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas penyuluh agama Islam dalam melaksanakan bimbingan keagamaan di tingkat akar rumput, serta mendukung program Penguatan Moderasi Beragama yang dicanangkan oleh Kementerian Agama.

(ev/ azd)

Skip to content