Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara Retno Purnawati gencar melaksanakan program inovasi unggulan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yaitu KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting). Dalam hal ini, Retno hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan Posyandu Remaja Dusun 1 Desa Parakan Kecamatan Purwanegara pada Sabtu, 24/08/2024.
Kali ini, Retno Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara tidak hadir sendiri. Retno menggandeng bidan desa di Desa Parakan Kecamatan Purwanegara, tokoh masyarakat, serta beberapa para kader Kesehatan di Desa Parakan.
KOPI SECETING adalah sebuah Gerakan masif dari Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam upaya intervensi langsung pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting serta cegah kawin anak di Kabupaten Banjarnegara melalui kegiatan-kegiatan tatap muka dan atau kampanye di media sosial.
Dalam program KOPI SECETING, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara melaksanakan sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dengan sasaran remaja usia 10-18 tahun. Dalam kegiatan ini disampaikan kepada para remaja mengenai apa itu pernikahan dini, penyebab-penyebab dari pernikahan dini, dampak negatifnya, serta yang tidak kalah penting adalah cara pencegahannya.
Pernikahan dini merupakan masalah kompleks yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental, pendidikan, serta masa depan anak. Di Indonesia, upaya pencegahan pernikahan dini menjadi prioritas utama untuk mewujudkan generasi muda yang lebih berkualitas.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih empat puluh peserta remaja, Retno Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara menekankan. “Pencegahan pernikahan dini itu sangat penting sekali. Pencegahan pernikahan dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda”, jelasnya.
“Kita semua harus mendukung dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi remaja agar dapat tumbuh berkembang dengan optimal serta berprestasi”, imbuhnya.
Rotinah istri kepala dusun satu Desa Parakan selaku tokoh masyarakat menyambut baik dalam kegiatan sosialisasi ini dan berharap kegiatan seperti ini untuk selalu terus digencarkan di masyarakat. Beliau juga berterimakasih banyak atas kehadiran Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwanegara untuk memberikan sosialisasi pencegahan pernikahan dini.
“Terimakasih kami sampaikan, semoga apa yang disampaikan menjadi bekal dan pesan berharga untuk adik-adik remaja khususnya yang ada di posyandu ini”, ungkapnya.
Di akhir acara, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwanegara juga tidak lupa membagikan stiker kopi seceting kepada para peserta kegiatan. (Rp/La)







