Banjarnegara – Inovasi pembelajaran kembali dihadirkan oleh salah satu guru MIFABARA melalui peluncuran pendekatan dan metode bertajuk SAMBER PETIR. pendekatan ini merupakan akronim dari Santai, Menyenangkan, dan Bermakna dalam Pembelajaran yang diimplementasikan melalui tahapan metode Persiapan, Eksplorasi, Transformasi, Integrasi, dan Refleksi (PETIR).(14/3)
Peluncuran metode dilaksanakan dalam suasana penuh semangat dan optimisme. Kepala Madrasah menegaskan bahwa SAMBER PETIR bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang hidup dan membekas.
“Belajar harus menyenangkan agar anak mencintai ilmu. Namun lebih dari itu, pembelajaran harus bermakna agar ilmu tersebut mengubah cara berpikir dan bersikap. SAMBER PETIR hadir untuk memastikan proses itu berjalan utuh,” tutur beliau.
Metode PETIR diawali dengan Persiapan, yakni membangun kesiapan mental dan spiritual siswa sebelum belajar. Tahap Eksplorasi mendorong siswa aktif menggali materi melalui diskusi, praktik, dan tanya jawab. Pada fase Transformasi, pemahaman mulai membentuk sudut pandang baru dalam diri siswa. Selanjutnya Integrasi, ilmu diterapkan dalam kehidupan nyata, dan ditutup dengan Refleksi, agar setiap pelajaran meninggalkan jejak kesadaran.
Salah satu guru MIFABARA menyampaikan bahwa metode ini membuat kelas lebih dinamis. “Anak-anak lebih berani bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Mereka tidak hanya menerima, tetapi terlibat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari wali murid. Salah satu orang tua siswa mengungkapkan apresiasinya, “Kami melihat perubahan pada anak kami. Ia lebih antusias bercerita tentang pelajaran di sekolah. Semoga metode ini terus membawa kebaikan dan membentuk karakter yang kuat.”
Dengan hadirnya SAMBER PETIR, MIFABARA menegaskan langkahnya sebagai madrasah yang adaptif dan visioner. Sebab pendidikan sejati bukan hanya tentang menyelesaikan kurikulum, melainkan tentang menyalakan cahaya ilmu yang menyambar semangat, menghangatkan jiwa, dan menerangi perjalanan masa depan generasi penerus bangsa. (nas)







