Lestarikan Budaya, Siswi MIFABARA Antusias Belajar Alat Musik Tradisional Siter

Banjarnegara – Faiha, siswi MIFABARA dengan penuh antusias mengikuti pembelajaran seni musik tradisional Jawa Tengah, yaitu siter. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.(18/4)

Dengan penuh semangat, Faiha mencoba memetik dawai siter yang menghasilkan alunan nada khas dan menenangkan. Meski bagi sebagian siswa lainya alat musik ini tergolong baru, rasa penasaran justru menjadi pemantik semangat belajarnya. Suasana belajar pun terasa hangat dan menyenangkan, dipenuhi tawa serta semangat untuk terus mencoba.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Agus, seorang pecinta seni tradisional yang dengan sabar mengenalkan dasar-dasar memainkan siter. Ia menjelaskan bagian-bagian alat musik, teknik dasar memetik, hingga cara menghasilkan harmoni sederhana. “Anak-anak sebenarnya punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita mengenalkan dengan cara yang menyenangkan agar mereka mencintai budaya sendiri,” ujarnya.

Faiha mengungkapkan kegembiraannya saat belajar siter. “Awalnya sulit, tapi lama-lama jadi seru. Suaranya juga bagus dan bikin tenang,” katanya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat mampu membuat siswa lebih mudah menerima pembelajaran baru.

Guru pendamping juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran seni tradisional seperti siter tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai cinta budaya. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya modern, tetapi juga bangga dengan warisan leluhur,” tuturnya.

Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan budaya lokal di lingkungan pendidikan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memiliki karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal,” ungkapnya.

Dengan adanya pembelajaran siter ini, MIFABARA terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berprestasi sekaligus berbudaya. Antusiasme siswi tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di hati generasi muda, selama dikenalkan dengan cara yang menarik dan bermakna.

MIFABARA berharap, semakin banyak siswa yang tertarik ingin belajar siter seperti Faiha. (nas)

Skip to content