Banjarnegara (Humas) — “Sakit adalah ujian, dan doa adalah penguat jiwa.” Kalimat itu menjadi pengantar langkah Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar saat melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) di Puskesmas Karangkobar. (7/10)
Kegiatan yang berlangsung di ruang rawat inap tersebut dipimpin oleh para penyuluh agama Islam fungsional KUA Karangkobar, yaitu Duwi Rohmah, Ahmad Zuhri, dan Adib.
Dalam kesempatan itu, Duwi Rohmah menyampaikan bahwa tujuan utama Bimrohis bukan hanya sekadar mendoakan kesembuhan, tetapi juga menumbuhkan ketenangan batin bagi pasien.
“Kami ingin menanamkan semangat sabar dan tawakal di hati para pasien. Sakit bukanlah akhir, tapi bagian dari kasih sayang Allah agar kita lebih dekat kepada-Nya,” tutur Duwi Rohmah penuh empati.
Suasana menjadi haru ketika Ahmad Zuhri memimpin doa bersama yang diikuti oleh pasien dan keluarga dengan khusyuk. Seusai doa, ia berpesan agar setiap pasien tetap beribadah sesuai kemampuan.
“Selama hati masih berdzikir, kita tetap terhubung dengan Allah. Shalat bisa dilakukan sambil duduk, berbaring, atau bahkan hanya dengan isyarat,” ujar Zuhri menenangkan.
Sementara itu, Adib turut menambahkan pentingnya menjaga semangat ibadah meski dalam keadaan sakit, karena setiap detik kesabaran bernilai pahala.
Salah satu pasien asal Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan para penyuluh. “Terima kasih sudah datang dan mendoakan kami. Rasanya hati jadi tenang dan semangat untuk sembuh,” ujarnya penuh haru.
Melalui kegiatan ini, KUA Karangkobar terus berkomitmen menghadirkan layanan bimbingan rohani sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan spiritual dan moral bagi masyarakat.







