Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, melakukan kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan narapidana perempuan di Rumah Tahanan Kelas IIB Banjarnegara dengan tema “Memanfaatkan Waktu Tahanan sebagai Jalan Perubahan” pada hari Kamis (20/11).
Dalam penyampaiannya, penyuluh menegaskan bahwa masa tahanan bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan momentum yang sangat berharga untuk melakukan introspeksi diri. Ia memaparkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya waktu sebagai amanah yang harus dijaga, sebagaimana tersirat dalam banyak ayat Al-Qur’an tentang urgensi memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. “Waktu yang Allah berikan kepada kita, terutama di masa-masa sulit seperti ini, adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan memulai perubahan menuju pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Penyuluh juga menekankan bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk kembali pada jalan kebaikan melalui taubat, amal saleh, dan tekad kuat untuk berubah. Ia mendorong para warga binaan untuk mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti program pembinaan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Menurutnya, perubahan besar sering kali lahir dari ruang-ruang sunyi yang penuh perenungan.
Para napi perempuan terlihat terharu ketika penyuluh membagikan kisah-kisah inspiratif tentang tokoh-tokoh yang bangkit dari masa kelam menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu warga binaan mengaku merasa lebih optimis setelah mengikuti kajian tersebut. “Saya merasa diberi kekuatan baru. Ternyata Allah selalu membuka pintu bagi hamba-Nya yang ingin berubah,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Pihak rutan berharap pembinaan rohani seperti ini dapat terus berlangsung, sebagai upaya mendukung proses rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan perempuan.







