Linara, Guru Madtsansa Menjadi Moderator Seminar Nasional PGRI Banjarnegara Bertema Transformasi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Artifisial

Banjarnegara (Humas) – PGRI Kabupaten Banjarnegara sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangka HUT Ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 pada Rabu (19/11) di Ballroom Surya Yudha Banjarnegara. Kegiatan yang menghadirkan sekitar 600 peserta dari seluruh cabang PGRI di Banjarnegara ini berlangsung inspiratif, meriah, dan sarat wawasan baru mengenai peran kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan.

Seminar kali ini menghadirkan sosok yang telah lama menjadi rujukan dalam transformasi digital Indonesia, Prof. Richardus Eko Indrajit, seorang pakar teknologi informatika, akademisi, rektor Pradita University, penulis lebih dari 30 buku, serta penggerak riset yang terus menekankan bahwa teknologi adalah kawan, bukan lawan. Beliau juga merupakan Ketua Smart Learning and Character Center PB PGRI, sehingga kehadirannya memberikan nilai lebih dan daya tarik besar bagi para pendidik Banjarnegara.

Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Artifisial”, seminar dibuka dengan suasana penuh antusias. Para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap sesi yang disajikan.

Penunjukan Linara sebagai moderator Seminar Nasional menjadi salah satu sorotan positif. Ia tampil percaya diri, komunikatif, dan mampu menjaga alur acara tetap hidup dan interaktif. Pembawaannya yang elegan disertai penguasaan materi membuat peserta merasa nyaman dan terarah dalam mengikuti pemaparan dari narasumber.

Dalam kesempatan usai seminar, Linara menyampaikan rasa syukur dan bangganya.

“Menjadi moderator di acara sebesar ini adalah pengalaman berharga bagi saya. Saya belajar banyak tentang bagaimana AI memberikan peluang bagi pendidikan. Kehadiran Prof. Eko Indrajit membuat saya semakin memahami bahwa transformasi digital harus direspons dengan kesiapan dan keterbukaan,” ujar Linara.

Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan tidak boleh gagap teknologi, justru harus menjadi ruang tumbuhnya inovasi yang memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijaksana.

Dalam sesi utama, Prof. Eko Indrajit menyampaikan bahwa kecerdasan artifisial akan menjadi salah satu tulang punggung pendidikan masa depan. Namun, AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru.

“Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan manusia. Tapi guru yang mampu memanfaatkan teknologi akan jauh melampaui mereka yang menolak perubahan,” tegasnya, disambut tepuk tangan panjang peserta.

Beliau memaparkan bagaimana AI dapat membantu personalisasi pembelajaran, analisis perkembangan siswa, hingga meringankan beban administrasi guru. Paparan tersebut membuat para peserta semakin menyadari pentingnya pembaruan kompetensi digital untuk menghadapi tantangan generasi mendatang.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman, memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan Linara sebagai moderator seminar nasional ini.

“Saya sangat bangga Bu Linara terlibat langsung dalam acara besar PGRI Banjarnegara. Ini menunjukkan bahwa guru-guru MTs Negeri 1 Banjarnegara memiliki kapasitas dan kualitas untuk berada di panggung nasional. Semoga pengalaman ini menjadi pemantik semangat bagi guru lain untuk terus meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa madrasah memiliki komitmen kuat mendukung transformasi pembelajaran, terutama yang memanfaatkan teknologi informasi.

Ketua PGRI Ranting Madtsansa, Novia Fajriati Alqomar, juga menyampaikan kebanggaannya karena salah satu guru dari rantis yang ia pimpin tampil pada forum sebesar ini.

“Bu Linara tentu membanggakan kita semua. Kehadirannya sebagai moderator tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan nama MTs Negeri 1 Banjarnegara dan PGRI Ranting Madtsansa. Kami berharap semakin banyak guru yang tampil dan berperan di berbagai kegiatan profesional seperti ini,” ungkap Novia.

Ia juga menambahkan bahwa PGRI Ranting Madtsansa akan terus memberikan dukungan bagi anggotanya untuk berkembang, baik dalam kompetensi pedagogik, profesional, maupun teknologi.

Penyelenggaraan seminar nasional ini menunjukkan komitmen PGRI Banjarnegara dalam mendorong transformasi pembelajaran. Peserta dari berbagai jenjang pendidikan tampak menyimak dengan serius, mencatat, dan berdiskusi aktif terkait implementasi AI dalam kegiatan belajar mengajar.

Seminar ditutup dengan harapan besar agar para pendidik Banjarnegara mampu menjadi agen perubahan dan membawa semangat baru di era digital. Melalui pengalaman berharga ini, peran Linara sebagai moderator menjadi bagian dari sejarah PGRI Banjarnegara dalam merayakan HUT Ke-80 dan HGN 2025 secara bermakna dan penuh inspirasi.

Dengan semangat kolaborasi dan adaptasi, pendidikan Banjarnegara kini melangkah lebih percaya diri menyongsong masa depan yang lebih cerdas, modern, dan berkarakter. (Fy/La)

Skip to content