Literasi Digital Meningkat, Siswi MIFABARA Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Membaca Buku Digital

Banjarnegara – Semangat literasi terus tumbuh di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kali ini, para siswi menunjukkan kebiasaan positif dengan memanfaatkan waktu istirahat untuk membaca buku digital melalui handphone. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mengarahkan penggunaan teknologi ke arah yang lebih bermanfaat.(30/4)

Jika biasanya waktu istirahat identik dengan bermain, kini suasana berbeda terlihat di lingkungan madrasah. Sejumlah siswi tampak asyik membaca berbagai buku digital, mulai dari cerita inspiratif hingga pengetahuan umum. Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi lanjutan dari budaya membaca yang telah dibangun, baik di perpustakaan MIFABARA maupun saat berkunjung ke Perpustakaan Daerah Banjarnegara.

Salah satu siswi mengaku senang membaca buku digital karena lebih praktis. “Kalau di handphone bisa baca kapan saja. Jadi waktu istirahat tidak terbuang sia-sia,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat menjadi sarana belajar yang efektif.

Guru MIFABARA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan literasi digital. “Kami tidak melarang penggunaan handphone, tetapi mengarahkan agar digunakan untuk hal yang positif, salah satunya membaca buku digital,” tuturnya.

Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, juga mengapresiasi kebiasaan baik tersebut. Ia menegaskan bahwa literasi di era sekarang tidak hanya sebatas buku cetak, tetapi juga mencakup kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak. “Kami ingin siswa memiliki budaya membaca yang kuat, baik melalui buku fisik maupun digital,” ungkapnya.

Dukungan dari guru dan lingkungan madrasah menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan ini. Dengan pendampingan yang tepat, siswa mampu menjadikan handphone sebagai alat belajar, bukan sekadar hiburan.

Melalui kebiasaan membaca buku digital di waktu istirahat, siswi MIFABARA telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai positif. Sebuah langkah sederhana namun berdampak besar dalam membangun generasi yang cerdas, literat, dan bijak dalam menggunakan teknologi.(nas)

Skip to content