Madtsansa Kirimkan 3 Duta Terbaik Berjuang di OMI Sains Tingkat Provinsi

Banjarnegara (Humas) – Tiga siswa terbaik MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali mengharumkan nama madrasah dengan tampil sebagai duta dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Kompetisi bergengsi ini dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025 bertempat di laboratorium komputer MTs Negeri 2 Banjarnegara sebagai titik lokasi (tilok) penyelenggaraan.

Ketiga duta tersebut adalah Faqih Haidar Abyan Musyafa (bidang Matematika), Ghani Silahudin (bidang Matematika), dan Shaumi Hana Shabriya (bidang IPA Terintegrasi). Mereka berhasil melaju ke tingkat provinsi setelah melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangganya atas kesempatan yang diperoleh anak didiknya. Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam OMI bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga proses pembelajaran berharga bagi siswa.

“Alhamdulillah, tahun ini Madtsansa kembali mengirimkan duta terbaiknya untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Kami bangga, bukan hanya karena prestasi yang sudah mereka raih, tetapi juga semangat juang dan keberanian tampil di ajang sebesar ini. Harapan kami, anak-anak bisa tampil maksimal, menjaga nama baik madrasah, dan tentu saja membawa pulang prestasi terbaik,” ujar H. Yatiman.

Beliau juga menambahkan bahwa keikutsertaan siswa Madtsansa dalam OMI merupakan bentuk nyata dari upaya madrasah untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga sains dan teknologi.

Keberhasilan para siswa mencapai tingkat provinsi tidak terlepas dari peran guru pembina. Arif Widayanto, salah satu guru mata pelajaran Matematika yang mendampingi peserta, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara intensif selama beberapa bulan terakhir.

“Kami melakukan pembinaan rutin, mulai dari pendalaman materi, latihan soal-soal tingkat tinggi, hingga simulasi ujian berbasis komputer. Anak-anak memang memiliki potensi luar biasa, namun tanpa latihan yang terstruktur, tentu hasilnya tidak akan optimal. Kami bersyukur mereka menunjukkan perkembangan signifikan,” tutur Arif.

Sementara itu, Novia Fajriati Alqomar, guru pembina mata pelajaran IPA, menambahkan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya karena kecerdasan akademik, tetapi juga karena kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi.

“Shaumi misalnya, ia menunjukkan dedikasi luar biasa. Meski persiapan berbarengan dengan kegiatan sekolah yang padat, ia tetap konsisten mengikuti bimbingan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan niat dan tekad yang kuat, siswa Madtsansa mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ungkap Novia.

Salah satu peserta, Faqih Haidar Abyan Musyafa, mengaku bangga bisa menjadi wakil madrasah di tingkat provinsi. Ia bercerita bahwa persaingan sangat ketat, namun pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar.

“Saya merasa bangga bisa mewakili Madtsansa. Soal-soal yang diberikan cukup sulit, membutuhkan logika dan pemahaman yang mendalam. Tapi saya berusaha tenang dan mengerjakan sebaik mungkin. Semoga hasilnya bisa membahagiakan orang tua dan guru-guru,” ujar Faqih.

Senada dengan itu, Shaumi Hana Shabriya menambahkan bahwa mengikuti OMI bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk bertemu teman-teman dari madrasah lain se-Jawa Tengah.

“Saya senang bisa berkompetisi sekaligus menambah pengalaman. Melihat teman-teman dari daerah lain membuat saya semakin termotivasi untuk belajar lebih giat,” kata Shaumi.

Partisipasi MTs Negeri 1 Banjarnegara di OMI 2025 ini semakin menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang sains. Dengan slogan “Madtsansa Semakin Mendunia”, madrasah terus berupaya agar siswanya tidak hanya unggul di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Kepala madrasah menutup dengan pesan inspiratif:

“Kami berharap hasil terbaik, tetapi lebih dari itu, kami ingin anak-anak tetap rendah hati, menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk masa depan. InsyaAllah Madtsansa akan terus mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.”

Dengan semangat, doa, dan kerja keras, ketiga duta Madtsansa kini tinggal menanti hasil perjuangan mereka. Apapun hasilnya, langkah mereka di OMI 2025 telah membuktikan bahwa Madtsansa adalah madrasah yang konsisten melahirkan talenta-talenta terbaik di bidang sains. (Fy/La)

Skip to content