Mandabara Teguhkan Komitmen sebagai Madrasah Anti Bullying melalui Edukasi Bersama Psikolog

Banjarnegara – Mandabara menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema Madrasah Anti Bullying yang merupakan bagian dari kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) pada Selasa di indoor Mandabara, (14/7). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh murid kelas X dan anggota OSIM. Program ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Menghadirkan Muh. Ibnu Sina, S.Psi., M.Psi., Psikolog Klinis dari RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara sebagai narasumber, mereka memperoleh pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Melalui materi yang disampaikan dalam presentasi, para murid juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun empati, serta berani mengambil peran sebagai pelindung ketika menyaksikan tindakan perundungan.

Kepala Madrasah, Prihantoro Achmad, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Mandabara dalam menciptakan budaya sekolah yang positif. Ia menegaskan bahwa setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana yang saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

“Mandabara merupakan madrasah yang anti bullying. Kami ingin seluruh murid merasa aman, dihargai, dan memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, budaya saling menghormati harus terus ditanamkan kepada seluruh warga madrasah,” ujar Prihantoro Achmad.

Sementara itu, Muh. Ibnu Sina, S.Psi., M.Psi., mengajak peserta untuk memahami bahwa perundungan bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat meninggalkan dampak psikologis dalam jangka panjang.

“Bullying tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Setiap murid perlu memiliki keberanian untuk menghentikan perundungan, menghargai sesama, serta membangun lingkungan yang penuh empati. Menjadi juara bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang karakter yang baik,” ungkap Muh. Ibnu Sina.

Melalui kegiatan ini, Mandabara berharap seluruh murid semakin memahami pentingnya menciptakan budaya saling menghormati, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan bersama-sama mewujudkan madrasah yang ramah, aman, serta bebas dari praktik perundungan. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, nilai-nilai karakter positif diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan Mandabara. (ta)

Skip to content