Banjarnegara (Humas) – Kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
P5 Rohmatan Lil’alamin menemukan jawaban atas pertanyaan mengenai peserta didik dengan kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan indonesia. P5 Rohmatan Lil’alamin berupaya menjadikan peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif sesuai dengan visi pendidikan Indonesia. Adapun visi pendidikan Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.
MTs Negeri 1 Banjarnegara mengusung “HIJRAH: Hidup Imbang Jasmani Rohani Akan Happy” sebagai topik dari tema ketiga yakni Bangunlah Jiwa dan Raga dalam kegiatan P5RA-nya. Dalam proyek ini seluruh siswa diharapkan dapat merawat diri secara fisik mental dan spritual, dapat mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktifitas fisik, sosial dan ibadah.
Kegiatan P5RA tema ketiga ini diakhiri dengan Panen Karya berupa penilaian Senam Kreasi antar kelas yang dilaksanakan pada Sabtu (8/2) di lapangan basket Madtsansa. Dalam acara pembukaan Panen Karya, kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara menyampaikan pentingnya hidup imbang.
“Dijaman yang serba cepat seperti saat sekarang ini, kesehatan menjadi hal yang sangat mahal. Bukan hanya kesehatan fisik namun kesehatan mental pun sangat penting. Untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani tersebut diperlukan hidup yang imbang. Kesehatan fisik dijaga, kesehatan mental pun harus dijaga. Jika tercapai, insya Allah kita akan happy dan prestasi pun menanti,” ucap H. Yatiman.
Nurwachidin Supriyatno selaku ketua projek P5RA topik HIJRAH ini mengaku lega seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan di modul dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, akhirnya hari ini kita dapat melaksanakan panen karya. Melalui senam kreasi semoga seluruh siswa Madtsansa telah HIJRAH. Kita dapat melihat kreativitas anak-anak dalam merancang senam lengkap dengan kostum serta musik pengiringnya. Insya Allah, target siswa menjadi Kritis, kreatif, inovatif, dan mandiri tercapai,” ungkap Nurwachidin Supriyatno.
Sesuai urut undian, seluruh kelas menampilkan senam kreasi dengan durasi waktu kurang lebih 10 menit dan dilombakan. Bertindak sebagai tim penilai senam kreasi antar kelas topik HIJRAH adalah Linara, Tri Widayati dan Dwi Fatmawati.
Dalam keterangannya kepada tim warta Madtsansa, Dwi Fatmawati menyampaikan antusiasnya.
“Secara umum penampilan anak-anak sudah keren. Mereka dapat membuat gerakan senam yang kreatif dan sesuai dengan aturan. Anak-anak terlihat bersemangat dan tentunya bahagia.” ucap Dwi Fatmawati. (FY/LA)







