Membangun Keluarga Sakinah, Bareng Bu Fatma dan Mas Herwan

Banjarnegara (Humas) – Suasana di Aula Puskesmas Rakit 1 pagi ini begitu semarak dan penuh kehangatan, tidak hanya karena sinar mentari Jumat yang cerah, tetapi juga oleh gema aksi Kopi Seceting oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit yakni kelas pengantin keluarga sakinah. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 10 pasangan suami istri serta calon pengantin. Tema yang diusung pun sangat krusial dan relevan “Membangun Keluarga Sakinah”.(25/7)

Kegiatan kelas keluarga sakinah ini diisi oleh Fatma Kurnianingsih salah satu Penyuluh Agama Islam Fungsional di KUA Rakit. Dalam kelas yang interaktif ini, Fatma tidak sendiri; beliau  ditemani oleh Herwan Okta Yoza, seorang calon penghulu yang turut berkontribusi dalam memberikan materi.

Pembekalan yang diberikan tidak hanya terpaku pada aspek-aspek keagamaan semata, tetapi juga mengintegrasikan isu-isu kesehatan yang sangat penting, termasuk edukasi dan pencegahan stunting pada anak. Ini adalah sebuah langkah progresif yang patut diacungi jempol, karena berhasil menggabungkan pembekalan spiritual yang mendalam dengan pengetahuan praktis yang esensial untuk membangun fondasi keluarga yang tidak hanya kokoh secara mental dan spiritual, tetapi juga sehat secara fisik.

Fatma Kurnianingsih mengungkapkan “penting sekali kita memahami bahwa keluarga sakinah itu dimulai dari kita sendiri. Bagaimana kita mengelola emosi, bagaimana kita berkomunikasi dengan pasangan dan bagaimana kita membentuk sebuah keluarga yang harmonis. Ini adalah pondasi utama agar rumah tangga kita selalu adem ayem dan penuh berkah” ungkapnya. Herwan juga menambahkan “stunting itu ancaman nyata bagi masa depan generasi kita. Jadi, saat kita bicara keluarga sakinah, kita juga bicara keluarga sakinah yang sehat dan sadar gizi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh optimal, cerdas dan siap menghadapi masa depan” jelasnya.

Para peserta tampak sangat antusias dan fokus menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. Mereka menunjukkan tingkat keseriusan dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memasuki gerbang pernikahan dan membentuk keluarga sakinah. Diharapkan setiap pasangan maupun calon pengantin akan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang jauh lebih lengkap untuk mengarungi bahtera rumah tangga mereka. Semoga kelas pengantin keluarga sakinah ini dapat terus berlanjut sehingga mampu mencetak keluarga-keluarga sakinah yang berimbas positif pada kemajuan bangsa secara keseluruhan, dimulai dari tingkat komunitas terkecil. Inisiatif seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik. (ars/azd)

Skip to content