Memburu Keberkahan Sya’ban: Tren Pernikahan Syahdu di KUA Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, atmosfer di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, berubah menjadi lebih hangat dan religius. Bulan Sya’ban 1447 H ini kembali mencatatkan diri sebagai periode favorit bagi para calon pengantin untuk mengikrarkan janji suci. Kesan sakral begitu terasa di ruang pendaftaran hingga ruang akad, di mana nilai spiritual menjadi alasan utama pasangan memilih waktu ini.

Fenomena meningkatnya angka pernikahan di bulan Sya’ban bukanlah tanpa alasan. Bagi masyarakat di Kecamatan Pagentan, Sya’ban dianggap sebagai waktu yang tepat untuk “berbenah” secara spiritual sebelum memasuki bulan puasa. Menikah di bulan ini dipandang sebagai langkah awal membangun rumah tangga yang dilandasi niat ibadah murni.

Kepala KUA Pagentan, Sidik Pramono, mengamati adanya pergeseran tren di mana pasangan kini lebih mengutamakan kekhidmatan daripada kemewahan seremonial.

“Ada kesadaran kolektif dari para calon pengantin. Mereka tidak lagi hanya mengejar pesta besar, tetapi lebih fokus pada esensi akad nikah itu sendiri. Sya’ban memberikan ketenangan batin yang unik bagi mereka,” ungkap Sidik saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean keluarga pengantin yang hadir dengan busana rapi dan bersahaja. Prosesi ijab kabul berlangsung dengan sangat tertib. Suasana haru tak jarang pecah saat kalimat sakral diucapkan dalam satu tarikan napas, disusul doa bersama yang dipimpin oleh penghulu.

KUA Pagentan sendiri terus berkomitmen memberikan pelayanan prima di tengah lonjakan pendaftar ini. Selain memastikan kelengkapan administrasi berjalan cepat dan transparan, pihak KUA juga memberikan bimbingan singkat pasca-akad. Nasihat mengenai pondasi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah diberikan agar pasangan memiliki bekal mental yang kuat dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Bagi para mempelai, memilih Sya’ban adalah strategi spiritual. Mereka berharap, dengan memulai pernikahan di bulan yang penuh doa ini, rumah tangga mereka akan langsung disambut oleh keberkahan bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Dengan demikian, bulan madu pertama mereka akan diisi dengan aktivitas ibadah bersama sebagai suami istri.

Kombinasi antara pelayanan yang ramah dari staf KUA dan suasana alam Pagentan yang sejuk menjadikan momen pernikahan di bulan Sya’ban ini terus menjadi primadona yang tak lekang oleh waktu. 

(nt/azd)

Skip to content