Hangat dan Hikmat, Majelis Taklim Al Hikmah Purwanegara  Menghidupkan Sya’ban dengan Amalan-amalan

Banjarnegara (Humas) – Komitmen dalam menjaga tradisi keilmuan dan pembinaan keagamaan terus ditunjukkan oleh Majelis Taklim Al Hikmah Desa Purwanegara. Meski diikuti oleh jamaah terbatas, majelis taklim ini tetap istiqomah menggelar pengajian rutin yang dilaksanakan pada Selasa, (27/1/2026), bertempat di Masjid Al Hikmah Desa Purwanegara.

Pengajian rutin tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati. Kegiatan pengajian berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan, diikuti oleh 15 orang jamaah yang mayoritas merupakan kalangan lanjut usia (lansia). Meski usia tidak lagi muda, semangat para jamaah untuk terus menuntut ilmu agama tampak begitu besar dan menginspirasi.

Dalam kesempatan tersebut, Retno Purnawati menyampaikan materi bertema “Amalan-Amalan di Bulan Sya’ban”. Tema ini dinilai sangat relevan mengingat waktu menuju datangnya bulan suci Ramadhan semakin dekat, diperkirakan sekitar tiga minggu lagi umat Islam akan memasuki bulan penuh berkah tersebut.

Dalam tausiyahnya, Retno menjelaskan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan yang sangat penting sebagai momentum persiapan spiritual sebelum Ramadhan. Ia mengingatkan jamaah agar tidak melewatkan bulan Sya’ban begitu saja tanpa memperbanyak amalan ibadah. Menurutnya, kualitas ibadah di bulan Ramadhan sangat dipengaruhi oleh bagaimana seorang muslim mempersiapkan diri sejak bulan Sya’ban.

Beberapa amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Sya’ban antara lain memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak istighfar dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, meningkatkan kualitas shalat, serta membiasakan diri membaca dan mentadaburi Al-Qur’an. Selain itu, Retno juga menekankan pentingnya membersihkan hati dengan memperbaiki niat, memperbanyak taubat, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Bulan Sya’ban adalah bulan latihan. Jika kita sudah membiasakan ibadah di bulan ini, insyaAllah saat Ramadhan tiba kita akan lebih siap, baik secara fisik maupun spiritual,” tutur Retno di hadapan jamaah.

Para jamaah lansia tampak menyimak materi dengan penuh perhatian. Sesekali mereka menganggukkan kepala sebagai tanda pemahaman, bahkan beberapa di antaranya aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman ibadah sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan mendekatkan diri kepada Allah Swt tidak mengenal usia.

Istiqomahnya Majelis Taklim Al Hikmah Purwanegara dalam menyelenggarakan pengajian rutin menjadi bukti nyata bahwa semangat dakwah dan pembinaan umat tetap hidup dan berjalan, meskipun di tengah berbagai keterbatasan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar. 

(rp/azd)

Skip to content