Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Banjarnegara, Suntoro, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan kepada Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Parakancanggah. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota PKH dan berlangsung secara rutin di rumah Ibu Siti, warga Kelurahan Kalisemi, Parakancanggah. (27/1/2026)
Penyuluhan tersebut bertujuan menyelaraskan program pembinaan keagamaan dengan agenda pembangunan daerah, sekaligus menyisipkan nilai-nilai tauhid dan ketakwaan di tengah pendampingan sosial ekonomi yang selama ini menjadi fokus utama PKH.
Suntoro menegaskan bahwa aspek spiritualitas memiliki peran yang sangat krusial bagi keluarga prasejahtera. Menurutnya, iman yang kokoh menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan ceramah, tetapi mengajak para anggota PKH memaknai setiap rezeki sebagai amanah dan setiap ujian sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Dengan meningkatnya ketakwaan, diharapkan tumbuh kemandirian mental dan semangat bangkit,” ujar Suntoro dalam penyuluhan tersebut.
Selama ini, pendamping PKH secara rutin menggelar Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Melalui sinergi ini, kegiatan P2K2 kini diperkaya dengan tausiyah singkat dan praktik ibadah ringan, di antaranya:
- Edukasi Parenting Islami, untuk membimbing orang tua dalam mendidik anak dengan adab dan akhlak mulia.
- Manajemen Keuangan Syariah, agar bantuan sosial yang diterima dapat dikelola secara bijak, penuh keberkahan, dan terhindar dari praktik riba.
Koordinator PKH wilayah setempat, Shinta, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, persoalan yang dihadapi keluarga penerima manfaat tidak semata-mata berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kelelahan mental dan rasa putus asa.
“Kehadiran penyuluh agama memberikan nutrisi bagi jiwa mereka. Dengan hati yang lebih tenang dan penuh syukur, bantuan yang diterima dapat dikelola dengan lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan upaya penurunan angka kemiskinan tidak hanya tercapai secara statistik, tetapi juga diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan spiritual masyarakat. Lingkungan yang bertakwa diyakini akan melahirkan pribadi yang jujur, ulet, serta memiliki solidaritas sosial yang kuat.
Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta PKH di wilayah Kelurahan Parakancanggah dan sekitarnya. Program kolaboratif tersebut rencananya akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak penyuluh agama serta materi yang semakin aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.







