Mempererat Tali Persaudaraan: Penyuluh Agama Islam Kupas Tuntas Keutamaan Silaturahmi di Majelis Taklim As-Siddiq

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Majelis Taklim As-Siddiq yang berlokasi di RT 01 RW 07 Dusun Sawangan, Desa Pagentan, pada Kamis siang (16/4/2026). Puluhan jamaah tampak antusias mengikuti kegiatan penyuluhan keagamaan yang berfokus pada tema keutamaan dan manfaat silaturahmi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan Alfiana Nurhidayah sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ditekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan fisik atau tradisi semata, melainkan sebuah ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam.

Alfiana menjelaskan bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan kunci pembuka pintu langit. Dalam penyampaiannya, disebutkan bahwa ada tiga keistimewaan utama bagi mereka yang gemar menyambung silaturahmi: dipanjangkan usianya dalam keberkahan, diluaskan pintu rezekinya, dan mendapatkan perlindungan dari Allah Swt.

“Silaturahmi adalah jembatan kasih sayang. Di tengah kesibukan duniawi, kita sering lupa bahwa menyapa tetangga dan saudara adalah cara paling sederhana untuk menggugurkan dosa-dosa kecil di antara kita,” ujar Penyuluh Agama Islam di sela-sela materinya.

Ketua Majelis Taklim As-Siddiq, Slamet Indriati, hadir langsung mendampingi para jamaah. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, materi mengenai silaturahmi sangat relevan untuk memperkuat kerukunan antarwarga di wilayah Dusun Sawangan, khususnya di lingkungan RT 01 RW 07.

Ibu Slamet Indriati dalam sambutannya menekankan pentingnya aplikasi nyata dari teori yang didapatkan. Beliau berharap agar setelah pertemuan ini, kekompakan ibu-ibu majelis taklim semakin solid.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bimbingan ini. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dapat kita praktikkan sehari-hari, sehingga Majelis Taklim As-Siddiq bukan hanya menjadi tempat belajar agama, tapi juga menjadi motor penggerak kerukunan dan persaudaraan di Desa Pagentan ini,” tutur Slamet Indriati.

Selain aspek spiritual, penyuluhan ini juga membahas manfaat sosial dari silaturahmi, seperti meminimalisir konflik di masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman. Diskusi interaktif pun terjadi saat beberapa jamaah melontarkan pertanyaan mengenai cara menjaga silaturahmi di era digital saat ini.

Penyuluh memberikan kutipan penutup yang menggugah hati para hadirin untuk terus menjaga hubungan baik, bahkan kepada mereka yang mungkin pernah menyakiti.

“Keutamaan silaturahmi yang paling tinggi adalah ketika kita mampu menyambung hubungan dengan orang yang memutuskannya. Itulah hakikat kemenangan seorang muslim dalam menjaga ukhuwah,” tambah Alfiana.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan warga Desa Pagentan dan ramah tamah antarjamaah. Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan nilai-nilai religiusitas dan nilai sosial masyarakat Dusun Sawangan terus meningkat dari waktu ke waktu.

(an/azd)

Skip to content