Memperingati Maulid Nabi, Penyuluh Agama KUA Pagentan Ajak Jemaah Refleksi Akhlak Rasulullah

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi ibu-ibu jemaah Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah Bulu Pagentan pada Kamis (10/9/2026). Berlokasi di Gedung TPQ Al Hikmah Dusun Bulu, Desa Pagentan, kegiatan spiritual yang dihadiri sebanyak 52 orang warga sekitar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mengangkat tema “Pelajaran dari Kelahiran Rasulullah yang Sering Terlupakan di Zaman Sekarang”, Syaiful menekankan bahwa esensi peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada ritual puji-pujian semata. Peringatan momen bersejarah ini harus dijadikan sarana evaluasi diri atas penerapan ajaran keteladanan Nabi dalam realitas kehidupan modern yang kian kompleks.

“Memperingati kelahiran Rasulullah mestinya bukan cuma soal mengingat kapan beliau lahir. Tapi juga soal bertanya ke diri sendiri: sudah sejauh mana akhlak dan ajaran beliau hadir dalam kehidupan kita? Karena cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan cuma diucapkan. Sedikit demi sedikit, ia perlu dibuktikan lewat cara kita hidup, bersikap, dan memperlakukan orang lain,” ujar Syaiful di hadapan para jemaah.

Ia juga menambahkan pentingnya peran ibu-ibu sebagai pondasi utama keluarga dalam mentransfer nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan kesabaran yang dicontohkan Rasulullah SAW kepada anak-anak di rumah.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini disambut hangat oleh para peserta. Ketua MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan, Turah, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengarahan yang diberikan oleh pihak KUA Pagentan. Menurutnya, penyampaian materi yang dekat dengan kenyataan sehari-hari memberikan warna baru bagi kegiatan majelis taklim di desanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan dari Pak Syaiful. Penjelasannya sangat menyentuh hati dan mengingatkan kita semua sebagai orang tua agar tidak sekadar beragama secara formalitas, tetapi benar-benar meniru keteladanan Kanjeng Nabi dalam membimbing anak-anak serta bertetangga dengan baik,” ungkap Turah.

Acara penyejuk kalbu tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan masyarakat Desa Pagentan, serta keteguhan iman dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW di kehidupan sehari-hari. 

(msa/azd)