Mencari Jalan Lurus: Penyuluh Agama KUA Pagentan Bedah Makna Surah Al-Fatihah di MT Mumtaza Syahla

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti salah satu ruang kelas TK PGRI Sokaraja pada Selasa (28/4/2026). Sebanyak 64 jamaah yang terdiri dari wali siswa dan siswa berkumpul dalam kegiatan bimbingan penyuluhan agama Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim (MT) Mumtaza Syahla. Menghadirkan narasumber penyuluh agama Islam dari KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, pertemuan kali ini mengangkat tema filosofis yang mendalam: “Mengapa Orang Islam Masih Berdoa Ihdinash Shiratal Mustaqim?”

Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa kalimat Ihdinash Shiratal Mustaqim yang berarti “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus” merupakan inti dari doa setiap Muslim yang diulang minimal 17 kali dalam sehari semalam. Ia menekankan bahwa doa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengakuan akan keterbatasan manusia.

“Banyak yang bertanya, jika kita sudah Islam, mengapa masih minta petunjuk jalan yang lurus? Jawabannya karena iman itu fluktuatif. Kita tidak hanya butuh ditemukan dengan jalan tersebut, tetapi kita butuh kekuatan untuk tetap istiqomah berada di atasnya hingga akhir hayat. Doa ini adalah navigasi spiritual agar kita tidak tersesat di tengah hiruk-pikuk dunia,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah dan pengelola majelis ta’lim. Khusnul Khotimah, selaku Ketua MT Mumtaza Syahla yang juga menjabat sebagai Kepala TK PGRI Sokaraja, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan orang tua siswa.

“Kami sangat bersyukur Pak Syaiful bisa hadir berbagi ilmu. Tema ini sangat relevan bagi kami, para orang tua, agar bisa membimbing anak-anak sejak dini di jalan yang benar. Kami berharap sinergi antara KUA dan instansi pendidikan seperti ini terus berlanjut demi membentuk karakter generasi yang religius,” ungkap Khusnul Khotimah.Acara yang berlangsung serius tapi santai tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para wali siswa tampak antusias mendalami makna hidayah dalam kehidupan berkeluarga, menjadikan ruang kelas TK tersebut penuh dengan energi positif dan semangat belajar agama. (msa/azd)

Skip to content