Menebar Hidayah di Hari Libur: Sinergi Spiritual dan Kesehatan Kader Mawar Gumingsir Demi Masyarakat Paripurna

Banjarnegara (Humas) – Akhir pekan biasanya menjadi momentum bagi banyak orang untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Desa Gumingsir pada Sabtu pagi (2/5/2026). Semangat dakwah dan pengabdian masyarakat justru memuncak di kediaman Kurnia, salah satu anggota Kader Kesehatan Mawar. Sejak pukul 10.00 WIB, puluhan ibu-ibu kader telah berkumpul dengan antusias untuk mengikuti agenda Bimbingan dan Penyuluhan yang memadukan ilmu agama dan kesehatan.

Kegiatan ini mengusung tema yang sangat relevan dengan peran ganda para ibu di masyarakat, yakni “Membangun Ketahanan Keluarga melalui Keseimbangan Iman dan Kesehatan Jasmani”. Kehadiran para tokoh lintas sektoral menjadi bukti nyata bahwa koordinasi di tingkat akar rumput tetap berjalan harmonis meski di hari libur nasional.

Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan Alfiana Nurhidayah, hadir memberikan suntikan rohani yang menyegarkan. Dalam bimbingannya, beliau mengapresiasi kehadiran para kader yang rela meluangkan waktu liburnya demi menuntut ilmu. Beliau menekankan bahwa setiap aktivitas yang diniatkan untuk kemaslahatan umat adalah bentuk ibadah yang derajatnya tinggi di mata Allah Swt.

Dalam sesi tausiyahnya, Alfiana menyampaikan kutipan yang mendalam mengenai hakikat pengabdian:

“Hari libur bukanlah penghalang bagi kita untuk terus berbuat baik. Justru di saat orang lain beristirahat, langkah kaki ibu-ibu menuju majelis ini tercatat sebagai jihad dalam menuntut ilmu. Ingatlah bahwa mukmin yang kuat, baik kuat imannya maupun kuat fisiknya, jauh lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.”

Alfiana juga menjelaskan bahwa peran kader kesehatan sangat sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga kelangsungan hidup (hifdzun nafs), di mana menjaga kesehatan diri dan lingkungan adalah bagian dari perintah agama.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Bidan Desa Gumingsir, Erlina Fiji Hartati. Kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para kader. Bidan Erlina memaparkan materi mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan keluarga dan peran aktif kader dalam mengedukasi warga tentang pola hidup bersih.

Dalam sambutannya, Bidan Erlina Fiji Hartati memberikan motivasi kepada para peserta:

“Kader Mawar adalah ujung tombak kami di lapangan. Melalui pertemuan ini, kita tidak hanya belajar secara teknis medis, tetapi juga menguatkan niat bahwa apa yang kita lakukan adalah misi kemanusiaan. Kesehatan yang optimal adalah modal utama bagi setiap muslim untuk dapat menjalankan ketaatan dengan sempurna.”

Suasana di kediaman Ibu Kurnia berlangsung begitu khidmat namun tetap cair. Diskusi interaktif mewarnai sesi penyuluhan, di mana para kader saling berbagi pengalaman tentang tantangan mengedukasi warga di dusun masing-masing. Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama dan komitmen kolektif untuk terus menebar manfaat tanpa mengenal lelah.

Meski berlangsung di tengah masa libur, kegiatan bimbingan penyuluhan ini berhasil membuktikan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan petugas kesehatan mampu menciptakan energi positif yang luar biasa. Harapannya, ilmu yang didapatkan di Majelis Taklim Kader Mawar ini dapat segera diimplementasikan guna mewujudkan masyarakat Desa Gumingsir yang lebih sehat, religius, dan berdaya.

(an/azd)

Skip to content